Mengapa Anda Tiba-tiba Sakit Maag? Simak 8 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa 16 April 2024, 13:00 WIB
Ilustrasi -  Sakit maag adalah kondisi yang relatif umum dan jarang menjadi serius.  (Sumber : Freepik.com)

Ilustrasi - Sakit maag adalah kondisi yang relatif umum dan jarang menjadi serius. (Sumber : Freepik.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Sakit maag (atau tukak lambung) adalah luka yang berkembang di lapisan lambung akibat infeksi. Sakit maag adalah gejala umum yang rasanya bersamaan dengan sensasi terbakar di perut, kehilangan nafsu makan, bersendawa, mual, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Apabila Anda mengalami sakit maag secara tiba-tiba dan belum pernah mengalaminya sebelumnya, hal ini mungkin cukup mengkhawatirkan. Sebab, sakit maag (refluks asam) terasa seperti sensasi terbakar yang tajam naik dari perut, melewati dada, dan terkadang mencapai tenggorokan.

Beberapa penyebabnya mungkin seperti dari makanan, obat-obatan, kondisi kesehatan, kehamilan, merokok, dan stres. Meskipun terasa tidak nyaman, sebagian besar kasus sakit maag bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari Saat Anda Mengidap Asam Lambung

Meskipun demikian, sakit maag yang berlangsung lama atau sering dapat mengindikasikan kondisi yang lebih parah.

Penyebab Sakit Maag Mendadak

Sakit maag terjadi ketika asam pencernaan di perut Anda mengalir ke saluran yang menghubungkan mulut dan lambung (kerongkongan), sehingga mengiritasi lapisannya. Penyakit ini muncul ketika pita otot yang seharusnya menutup saluran sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang tidak menutup cukup rapat.

Segala sesuatu mulai dari apa yang Anda makan atau minum hingga kondisi kesehatan yang mendasarinya dapat melemahkan LES, yang menyebabkan serangan naiknya asam lambung untuk pertama kalinya secara tiba-tiba.

Baca Juga: Gula Darah Tinggi dan Rendah, Mana yang Lebih Berbahaya? Simak Penjelasannya

Dikutip dari verywellhealth, berikut adalah beberapa penyebab mengapa Anda tiba-tiba sakit maag.

1. Pemicu dari Makanan

Kebanyakan kasus sakit maag dipicu oleh apa yang Anda makan dan minum. Sakit maag merupakan salah satu ciri dari gangguan pencernaan, yaitu ketika perut terasa sakit setelah makan atau ngemil. Bisa juga menyebabkan sendawa, kembung, rasa kenyang, mual, dan gas setelah makan.

Pola konsumsi tertentu (misalnya terlalu banyak minum alkohol, kafein, atau minuman berkarbonasi, makan terlalu cepat, atau terlalu cepat berbaring setelah makan) meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan dapat memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, makanan dan minuman tertentu juga dapat memicu sakit maag, antara lain:

  • Alkohol
  • Kopi atau minuman berkafein
  • Minuman berkarbonasi
  • Cokelat
  • Peppermint atau spearmint
  • Makanan pedas, berlemak, atau berminyak
  • Tomat, bawang bombay, atau jeruk (makanan asam)

Baca Juga: Bisa Genetik dan Obesitas, 10 Faktor Orang Risiko Mengalami Tekanan Darah Tinggi

2. Efek Samping Pengobatan

Jika Anda tiba-tiba mengalami sakit maag, hal ini mungkin disebabkan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi. Berbagai macam obat dapat menimbulkan gejala ini, antara lain sebagai berikut:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) , seperti Motrin (ibuprofen) dan Bayer (aspirin)
  • Antibiotik tertentu
  • Antikolinergik , seperti AtroPen (atropin) dan Cogentin (benztropin)

3. Kehamilan

Jika Anda sedang hamil dan tiba-tiba mulai merasakan mulas, Anda tidak sendirian. Jenis refluks asam ini terjadi akibat pelepasan hormon progesteron dan estrogen selama kehamilan, yang membuat LES menjadi rileks, sehingga menimbulkan gejala.

Selain itu, seiring pertumbuhan janin selama kehamilan, ukuran rahim juga semakin membesar sehingga dapat memberi tekanan pada perut.

Baca Juga: Cara Mencegah Asam Lambung Naik di Malam Hari, 10 Tips Ini Harus Anda Lakukan

4. Merokok

Merokok juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan Anda. Nikotin dalam rokok dapat mengendurkan otot-otot LES sehingga meningkatkan risiko sakit maag. Dalam sebuah penelitian, 141 orang yang berhasil berhenti merokok setelah satu tahun melaporkan gejala refluks yang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kelompok orang yang tidak berhenti merokok.

5. Hernia Hiatus

Hernia hiatus terjadi ketika sebagian perut Anda terdorong ke dalam rongga dada melalui lubang atau area lemah di dinding perut. Hal ini dapat menyebabkan refluks asam secara tiba-tiba, yang memburuk saat Anda membungkuk atau berbaring.

Meskipun hernia hiatus tidak selalu menimbulkan gejala, nyeri dada dan kesulitan menelan dapat timbul pada kasus yang lebih parah.

Baca Juga: Mencegah Asam Lambung Naik: 10 Tips Apa yang Harus Dihindari dan Dilakukan

6. Faktor Usia

Beberapa orang mengalami gejala mulas sebagai akibat alami dari penuaan. Penuaan dapat melemahkan otot-otot LES, sehingga berdampak pada kemampuannya menghentikan asam lambung keluar dari lambung. Hal ini meningkatkan risiko serangan refluks asam dan dapat menyebabkan mulas baru.

7. Tekanan pada Perut

Berat badan dapat memberikan tekanan pada perut dan LES, sehingga menambah berat badan juga dapat menyebabkan timbulnya refluks asam secara tiba-tiba. Obesitas klinis dapat meningkatkan risiko refluks asam dan memperburuk kasus yang sudah ada.

Beberapa kasus naiknya asam lambung secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh pakaian yang memberikan terlalu banyak tekanan pada perut.

Baca Juga: 4 Air Rebusan Daun untuk Mengatasi Asam Lambung, Bisa Anda Dicoba Dirumah

8. Kecemasan dan Stres

Penelitian telah menemukan beberapa hubungan antara kesehatan mental dan pencernaan Anda. Kecemasan dan depresi meningkatkan risiko terkena GERD. Sakit maag adalah gejala umum gangguan kecemasan, bersamaan dengan beberapa gejala lainnya.

Apakah Sakit Maag Mendadak Itu Normal?

Dalam kebanyakan kasus, mengalami sakit maag secara tiba-tiba untuk pertama kalinya tidak perlu dikhawatirkan. Ini adalah keluhan yang umum.

Pada Wanita

Meskipun tingkat kejadian sakit maag pada wanita dan pria sama, terdapat perbedaan dalam cara mereka mengalami kondisi ini. Studi GERD pada wanita menemukan bahwa wanita lebih cenderung melaporkan gejala sakit maag, termasuk nyeri, regurgitasi, dan bersendawa.

Baca Juga: Gampang Dibuat, 7 Air Rebusan yang Efektif untuk Mengobati Asam Lambung

Pada Pria

Pria mengalami tingkat komplikasi terkait sakit maag yang lebih tinggi seperti esofagus Barrett dan kanker esofagus. Meskipun demikian, ada perbedaan berdasarkan gender dalam pelaporannya, dan laki-laki lebih kecil kemungkinannya melaporkan gejala asam lambung dibandingkan perempuan.

Cara Mengatasi Sakit Maag yang Mendadak

Meskipun sakit maag dapat mengganggu dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup Anda, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Strategi untuk mengendalikan dan mencegah naiknya asam lambung secara tiba-tiba dan terus-menerus mencakup segala hal mulai dari mengubah gaya hidup dan pola makan hingga mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas.

Inilah yang bisa Anda coba:

  • Hindari makanan dan minuman pemicu (misalnya makanan pedas atau asam, minuman berkafein)
  • Tunggu beberapa jam setelah makan sebelum berbaring, membungkuk, atau berolahraga
  • Kurangi jumlah makanan Anda
  • Berhenti merokok atau mengunyah tembakau
  • Pilih pakaian longgar yang tidak memberi tekanan pada perut
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kurangi stres dan atasi kecemasan dengan meditasi, yoga, atau metode peregangan lainnya

 

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat23 Mei 2024, 06:00 WIB

Cara Membuat Infused Water Jeruk untuk Mengobati Kolesterol, Langkahnya Simpel!

Jeruk mengandung vitamin C, antioksidan, dan serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Ilustrasi. Cara Membuat Infused Water Jeruk untuk Mengobati Kolesterol (Sumber : Pexels/ToniCuenca)
Science23 Mei 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 23 Mei 2024, Sukabumi Pagi Berawan dan Hujan Siang Hari

Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 23 Mei 2024.
Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 23 Mei 2024. (Sumber : Freepik/wirestock)
Sukabumi22 Mei 2024, 22:29 WIB

Mantan Ketua RT di Surade Sukabumi Tewas Saat Mengembala Kambing

Tergeletak di tengah pematang sawah, mantan ketua RT di Surade Sukabumi ditemukan tewas saat mengembala kambing.
Warga dan petugas kepolisian saat akan mengevakuasi jasad mantan ketua RT di Surade Sukabumi yang ditemukan tewas di pematang sawah saat menggembala kambing. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi22 Mei 2024, 21:31 WIB

Rawan Kecelakaan, Warga Keluhkan PJU Mati di Jalan Sukawayana Sukabumi

Padamnya sejumlah PJU di jalan Sukawayana Cikakak Sukabumi atau jalan utama Palabuhanratu-Cisolok dikeluhkan warga.
Ruas jalan nasional Palabuhanratu-Cisolok di Sukawayana, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi gelap gulita akibat matinya lampu PJU. (Sumber : SU/Ilyas)
Food & Travel22 Mei 2024, 21:00 WIB

6 Makanan Malam yang Bisa Menyebabkan Serangan Asam Urat

Yuk Ketahui Apa Saja Makanan Malam yang Bisa Menyebabkan Serangan Asam Urat. Hindari!
Ilustrasi - Penderita asam urat. Ketahui Apa Saja Makanan Malam yang Bisa Menyebabkan Serangan Asam Urat. (Sumber : Freepik.com)
Sukabumi22 Mei 2024, 20:36 WIB

Ojol Diteriaki Culik di Sukaraja Sukabumi, Polisi Sebut Hanya Keliling dengan Anak-anak

Melihat warga lain kurang kondusif, Dendra berinisiatif melapor ke polisi.
MRA (25 tahun) saat akan diamankan oleh polisi. MRA adalah driver ojol yang diteriaki penculik di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/5/2024). | Foto: Istimewa
Sukabumi22 Mei 2024, 20:10 WIB

Diduga Korban Tabrak Lari, Pemotor Ditemukan Terkapar di Selokan Cisaat Sukabumi

Saat ini kasus dugaan tabrak lari ini ditangani oleh pihak kepolisian. Pemotor yang ditemukan terkapar di selokan Cisaat Sukabumi sudah diketahui identitasnya.
Tempat kejadian perkara di Jalan Nasional III, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Life22 Mei 2024, 20:00 WIB

9 Aktivitas Berat di Malam Hari yang Sebaiknya Dihindari Penderita Gula Darah

Mengonsumsi makanan besar atau tinggi karbohidrat dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan. Aktivitas yang tergolong berat ini bisa diikuti oleh penurunan gula darah mendadak yang mengganggu tidur.
Ilustrasi. Makan Terlalu Banyak. Aktivitas Berat di Malam Hari yang Sebaiknya Dihindari Penderita Gula Darah. (Sumber : Pexels/n-voitkevich)
Sukabumi22 Mei 2024, 19:51 WIB

116 Siswa Bersaing, Disdik Kabupaten Sukabumi Gelar Seleksi Hafiz Tingkat SMP

Kegiatan ini bertujuan melahirkan generasi yang mencintai Alquran.
Kegiatan seleksi dan evaluasi hafiz tingkat SMP se-Kabupaten Sukabumi di SMPN 1 Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/5/2024). | Foto: Istimewa
Cek Fakta22 Mei 2024, 19:32 WIB

CekFakta.com Deteksi Dis/Misinformasi, Google Beri Dukungan Guna Berantas Hoaks!

Kerjasama dengan CekFakta.com merupakan salah satu langkah penting GNI dalam memerangi misinformasi dan meningkatkan kualitas ekosistem berita di Indonesia.
Ilustrasi. Penyebaran Berita Melalui Koran. CekFakta.com Deteksi Disinformasi, Google Beri Dukungan Penuh Guna Berantas Hoaks. Foto: Pexels/Pixabay