636 Edelweiss Diambil, Melihat Upaya Perlindungan Tanaman Langka di TNGGP

Sabtu 11 Maret 2023, 16:00 WIB
Bunga Edelweiss (Sumber : pixabay.com/@NoName_13)

Bunga Edelweiss (Sumber : pixabay.com/@NoName_13)

SUKABUMIUPDATE.com - Edelweis dijuluki sebagai "bunga abadi" karena memiliki waktu mekar cukup lama (jangka waktu hingga 10 tahun). Edelweis si Bunga Abadi ini tidak mudah layu karena kandungan hormon etilen berfungsi mencegah kerontokan kelopak bunga.

Edelweiss hanya berkembangbiak dan tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 2000-2900 M diatas permukaan laut. Pertumbuhannya pun memerlukan sinar matahari penuh agar mampu mekar dalam rentang waktu yang sangat lama.

Bunga Edelweiss merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana yang dilindungi dan berada di wilayah pegunungan tinggi Indonesia. Ranca Upas Bandung baru-baru ini viral usai event motor trail merusak lahan budidaya Bunga Edelweiss.

Edelweiss Rawa Ranca Upas BandungEdelweiss Rawa Ranca Upas Bandung (Sumber : Twitter/@Daniellanil)

Namun ternyata, Sukabumi juga tercatat memiliki tempat perlindungan terakhir Bunga Edelweiss, Updaters! Ya, tepatnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau TNGGP.

Baca Juga: Terjerat Sabu dan Ditangkap Polisi, Permintaan Maaf Ammar Zoni Ke Irish Bella Disorot

Bunga Edelweiss begitu istimewa hingga dilindungi oleh negara dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Bahkan, sebuah penelitian juga pernah mengulas soal perlindungan Edelweiss ini.

Penelitian yang dimaksud adalah buah karya Erwin Owan Hermansyah Soetoto dan Monica Graicila, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dengan judul "Perlindungan Hukum Bunga Edelweis di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya".

Ironisnya, catatan menunjukkan, sejak Februari hingga Oktober 1988, sebanyak 636 batang telah diambil dari kawasan ini.

Upaya Perlindungan Bunga Edelweiss di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Upaya perlindungan Bunga Edelweiss yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meliputi delapan aksi sebagai berikut:

  • Pembatasan kuota pengunjung
  • Mengecek palang keluar-masuk kawasan
  • Patroli jalur pendakian
  • Edukasi di Taman Nasional
  • Edukasi ke Sekolah atau Perguruan Tinggi
  • Kampanye
  • Pemetaan di alun-alun suryakencana
  • Perbaikan ekosistem dan pembinaan habitat

Perlindungan Bunga Edelweiss: Hukuman Denda 100 Juta

Bunga Edelweis termasuk tanaman langka yang hampir punah. Perlindungan Bunga Edelweis didasarkan pada tempatnya yang berada di kawasan konservasi.

Baca Juga: Misteri Situs Gunung Padang Cianjur, Wisata Prasejarah di Jawa Barat

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 mencantumkan hal tersebut dalam pasal 33 ayat (3), yang berbunyi “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam

Lebih lanjut, ancaman sanksi pidana juga berlaku bagi orang yang melakukan perbuatan memetik atau mengambil Bunga Edelweiss secara sengaja dari habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dalam pasal 40 ayat (2).

"Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (Seratus juta rupiah)."

Mengenal Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah sumber daya alam di pegunungan yang digunakan sebagai tempat konservasi sekaligus Taman Nasional. TNGGP dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis dibawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk satu dari lima taman nasional pertama di Indonesia.

Pembukaan TNGGP dilakukan sejak tahun 1980 oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO. Bahkan di tahun 1977, UNESCO telah menetapkan Gunung Gede Pangrango sebagai Cagar Biosfer.

Baca Juga: Badak Heuay dalam Kearifan Lokal Arsitektur Rumah Tinggal, Sunda People Sudah Tahu?

Beralih soal kondisi geografis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, secara geografis terletak antara 106º51`-107º02` BT dan 6º41`-6º51` LS. Sementara secara Administratif, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk dalam wilayah tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Bogor.

Sebenarnya Gunung Gede dan Gunung Pangrango adalah dua gunung yang berbeda, meskipun kawasannya bernama Gunung Gede Pangrango. Ketinggian Gunung Pangrango yaitu 3.019 M diatas permukaan laut sedangkan Gunung Gede berada pada angka 2.958 M di atas permukaan laut.

Puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango terhubung melalui punggung gunung yang berketinggian 2.400 M diatas permukaan laut atau disebut Kandang Badak. Rentang ketinggian tersebut membuat kawasan konservasi TNGGP memiliki keanekaragaman hayati  yang cukup tinggi.

Sumber: E-Journal Ubharajaya

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Life15 Juni 2024, 13:30 WIB

Bagaimana Sekolah Bisa Mengidentifikasi Anak Berbakat? Berikut 4 Tes yang Dapat Dilakukan

Sekolah dapat mengidentifikasi anak berbakat dengan beberapa cara dibawah ini, karena dengan cara ini sekolah bisa menentukan dengan mudah untuk bisa menyesuaikan dengan anak berbakat
Ilustrasi pihak sekolah bisa mengidentifikasi anak-anak berbakat (Sumber : Pexels.com/@Katerina Holmes)
Life15 Juni 2024, 13:00 WIB

2 Jenis Tes Utama Bakat yang Bisa Dilakukan Pada Anak, Yuk Simak Agar Orang Tua Paham

Bakat pada anak perlu diuji dengan cara tertentu, agar nantinya orang tua lebih paham dan anak lebih terarah untuk kedepannya
Ilustrasi tes yang bisa dilakukan orang tua untuk menentukan anak berbakat atau tidak (Sumber : Pexels.com/@MART PRODUCTION)
Sukabumi15 Juni 2024, 12:47 WIB

30 Paket Sabu Ditemukan di Cicurug Sukabumi, Pemiliknya Kabur

Sebanyak 30 paket sabu ditemukan di semak-semak di sekitar Perumahan Gedung Putih RT 5/5, Kampung Purwasari, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi
Penemuan 30 paket sabu di Desa Purwasari Cicurug Sukabumi | Foto : Ist
Life15 Juni 2024, 12:30 WIB

10 Cara Ampuh yang Dapat Orang Tua Lakukan Untuk Memotivasi Anak Berbakat

Orang tua yang memiliki anak berbakat seringkali kewalahan dan merasa kecewa karena kurangnya prestasi.
Ilustrasi cara ampuh yang orang tua lakukan untuk memotivasi anak berbaka (Sumber : Pexels.com/@jonasmohamadi)
Sukabumi15 Juni 2024, 12:18 WIB

Minta Tolong Netizen! Keluarga Korban Celurit Geng Motor di Sukabumi Cari Pelaku

Keluarga Ardi Aulia Muhammad (21 tahun), pemuda yang jari tangannya nyaris putus disabet celurit geng motor di Nanggeleng Citamiang Kota Sukabumi, Jumat, 14 Juni 2024, butuh pertolongan netizen.
Ilustrasi citizen journalism. Keluarga berharap netizen yang melihat peristiwa itu speak up dan memberikan data tentang para pelaku kepada pihak kepolisian. (Sumber: editorandpublisher.com)
Life15 Juni 2024, 12:00 WIB

Ayah Bunda Harus Tahu, 4 Cara Mengasuh Anak Berbakat Agar Lebih Terarah

Anak berbakat seringkali membuat orang tuanya bingung bahkan merasa dirinya tidak berdaya. Namun jangan khawatir, berikut tips yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak berbakat
Ilustrasi cara orang tua dalam mengasuh anak berbakat (Sumber : Pexels.com/@Yan Krukau)
Sukabumi15 Juni 2024, 11:35 WIB

Rekaman Perang Senjata Tajam di Sukabumi, Tengah Malam di Jalur Baru Sukaraja

Jumat dini hari (14/6/2024), dua kelompok anak muda terlibat perang senjata tajam di jalan raya Baru Sukaraja, Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Perang senjata tajam dua kelompok pemuda di jalan baru Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Sabtu dini hari (15/6/2024) (Sumber: cctv)
Life15 Juni 2024, 11:30 WIB

20 Penyebab Nyeri Panggul Saat Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Para Ibu

Mengalami nyeri panggul saat sedang hamil bisa jadi menakutkan. Berikut cara mengetahui apakah gejalanya normal atau memerlukan perhatian medis.
Ilustrasi ibu hamil mengalami nyeri panggul selama masa kehamilan (Sumber : Freepik.com)
Film15 Juni 2024, 11:00 WIB

Harta, Tahta, dan Raisa, Film Dokumenter yang Mengisahkan Perjalanan Karir Raisa

Film Harta, Tahta, Raisa, adalah film dokumenter yang mengisahkan perjalanan karir raisa sebagai seorang penyanyi di Indonesia dan penyanyi perempuan pertama yang bisa menggelar konser tunggal di GBK
Poster film Harta, Tahta, dan Raisa, Film Dokumenter yang Mengisahkan Perjalanan Karir Raisa (Sumber : instagram/@raisa6690)
Sukabumi15 Juni 2024, 10:55 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Angkat Bicara Soal Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia Usai Imunisasi

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memberikan tanggapan terkait kasus meninggalnya seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan, Muhammad Kenzie Arifin, yang diduga akibat imunisasi yang diterimanya.
Ilustrasi Bayi meninggal usai imunisasi di Puskesmas Warudoyong Kota Sukabumi (Sumber : Freepik/sacyks)