Melindungi Bunga Edelweiss di Gunung Gede Pangrango dengan Denda Rp 100 Juta

Senin 14 November 2022, 18:31 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Keindahan Bunga Edelweiss menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung. Salah satu tempat hidupnya adalah di puncak gunung gede pangrango Jawa Barat, perbatasan Sukabumi, cianjur dan Kabupaten Bogor.

Demi kelestariannya, bunga cantik ini dilindungi oleh negara. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 gamblang menjelaskan soal perlindungan edelweiss.

Bahkan dijelaskan dalam salah satu penelitian Jurnal KRTHA BHAYANGKARA, Vol. 16, No. 1 tahun 2022. Penelitian yang dimaksud adalah buah karya Erwin Owan Hermansyah Soetoto dan Monica Graicila, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dengan judul: 

"Perlindungan Hukum Bunga Edelweis di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya"

Disebutkan dalam Pasal  29,  Undang-Undang  Nomor  5  Tahun  1990  tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kawasan pelestarian alam terdiri dari:

1. Taman nasional;

2. Taman hutan raya; dan

3. Taman wisata alam.

• Mengenal Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah sumber daya alam di pegunungan yang digunakan sebagai tempat konservasi sekaligus Taman Nasional.

TNGGP dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis dibawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional  Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Taman  Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk satu dari lima taman nasional pertama di Indonesia. Pembukaan TNGGP dilakukan sejak tahun 1980 oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO.

Bahkan di tahun 1977, UNESCO telah menetapkan Gunung Gede Pangrango sebagai Cagar Biosfer.

• Kondisi Geografis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, secara geografis terletak antara 106º51`-107º02` BT dan 6º41`-6º51` LS. Sementara secara Administratif, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango termasuk dalam wilayah tiga  Kabupaten, yakni Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Bogor.

Sebenarnya Gunung Gede dan Gunung Pangrango adalah dua gunung yang berbeda, meskipun kawasannya bernama Gunung Gede Pangrango. Ketinggian Gunung Pangrango yaitu 3.019 M diatas permukaan laut sedangkan Gunung Gede berada pada angka 2.958 M di atas permukaan laut.

Puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango terhubung melalui punggung gunung yang berketinggian 2.400 M diatas permukaan laut atau disebut Kandang Badak. Rentang ketinggian tersebut membuat kawasan konservasi TNGGP memiliki keanekaragaman hayati  yang cukup tinggi.

• Bunga Edelweiss

Bunga  Edelweiss  merupakan  tumbuhan  endemik  zona  alpina/montana  yang berada di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Edelweiss hanya berkembangbiak dan tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 2000-2900 M diatas permukaan laut.

Pertumbuhannya pun memerlukan sinar matahari penuh agar mampu mekar dalam rentang waktu yang sangat lama. Edelweis dijuluki sebagai "bunga abadi" karena memiliki waktu mekar cukup lama (jangka waktu hingga 10 tahun).

Edelweis  si Bunga Abadi tidak mudah layu karena kandungan hormon etilen berfungsi mencegah kerontokan kelopak bunga.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir Bunga Edelweis. Ironisnya, catatan menunjukkan, sejak  Februari hingga Oktober 1988, sebanyak 636 batang telah diambil dari kawasan ini.

• Perlindungan Hukum Bunga Edelweiss

Bunga  Edelweis  termasuk  tanaman  langka  yang  hampir  punah. Perlindungan Bunga Edelweis didasarkan pada tempatnya yang berada di kawasan konservasi.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 mencantumkan hal tersebut dalam pasal 33 ayat (3), yang berbunyi “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam”

Lebih lanjut, ancaman sanksi pidana juga berlaku bagi orang yang melakukan perbuatan memetik atau mengambil Bunga Edelweis secara sengaja dari habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dalam pasal 40 ayat (2).

"Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (Seratus juta rupiah)."

• Upaya Perlindungan Bunga Edelweiss di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Upaya perlindungan Bunga Edelweiss yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meliputi delapan aksi sebagai berikut:

1. Pembatasan kuota pengunjung

2. Mengecek palang keluar-masuk kawasan

3. Patroli jalur pendakian

4. Edukasi di Taman Nasional

5. Edukasi ke Sekolah atau Perguruan Tinggi

6. Kampanye

7. Pemetaan di alun-alun suryakencana

8. Perbaikan ekosistem dan pembinaan habitat

Sumber : E-Journal Ubharajaya

Writer: Nida Salma M

 #SHOWRELATEBERITA

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkini
Science14 Juni 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 14 Juni 2024, Sukabumi Siang Hingga Malam Berpotensi Hujan

Prakiraan cuaca Sukabumi hari ini dan sekitarnya pada 14 Juni 2024, berpotensi mengalami hujan pada siang hari hingga dini hari.
Ilustrasi - Prakiraan cuaca Sukabumi hari ini dan sekitarnya pada 14 Juni 2024, berpotensi mengalami hujan pada siang hari hingga dini hari. (Sumber : Freepik)
Jawa Barat13 Juni 2024, 23:30 WIB

Terima 150 Aduan, Ombudsman Ungkap Potensi Kecurangan di PPDB Jabar 2024 Tahap 1

Ombudmsan menerima 150 aduan dari masyarakat tentang PPDB Jabar 2024 tahap 1 tingkat SMA/SMK. Ditemukan adanya potensi kecurangan.
Ilustrasi. Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jabar 2024. (Sumber : Istimewa)
DPRD Kab. Sukabumi13 Juni 2024, 21:55 WIB

Harapan DPRD untuk Kades di Sukabumi yang Masa Jabatannya Diperpanjang Dua Tahun

Paoji menekankan bahwa perpanjangan masa jabatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para kades untuk meningkatkan kinerja.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman. (Sumber : Dok. SU)
Sukabumi13 Juni 2024, 21:31 WIB

Sungai Cipangasahan Dangkal dan Sempit, Puluhan Jiwa Terancam Banjir di Cibadak Sukabumi

5 unit rumah warga yang dihuni 5 KK 30 jiwa di Cibadak Sukabumi terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipangasahan pada Rabu 12 Juni 2024.
Aliran anak Sungai Cipangasahan yang menyempit dan alami pendangkalan mengakibatkan bencana banjir di Desa Sukasirna, Cibadak Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi13 Juni 2024, 21:28 WIB

SPI Sukabumi Soal Penyerahan 31 Hektar Tanah HGU Suka Karet: Pelepasan atau Plasma?

Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi menyikapi penyerahan tanah HGU PT. Perkebunan Karet Suka Karet seluas 31 Hektar di Desa Bantarkalong Kecamatan Warungkiara.
Rozak Daud, Ketua SPI Sukabumi. | Foto: Sukabumi Update
Sehat13 Juni 2024, 21:00 WIB

9 Pengobatan Alami untuk Mengatasi Asam Lambung, Dijamin Efektif!

Dengan mengikuti panduan ini dan memilih metode yang paling sesuai untuk Anda, gejala asam lambung dapat dikelola secara efektif dan alami.
Ilustrasi - Dengan mengikuti panduan ini dan memilih metode yang paling sesuai untuk Anda, gejala asam lambung dapat dikelola secara efektif dan alami.(Sumber : Freepik.com).
Sukabumi13 Juni 2024, 20:29 WIB

Tingkatkan Pengairan, UPTD Pertanian Cicurug Perbaiki 6 Saluran Irigasi di Sukabumi Utara

Kepala UPTD Pertanian Wilayah III Cicurug, Hasari menyatakan bahwa saat ini para petani membutuhkan pengairan yang baik. Oleh karenanya monitoring dan perbaikan irigasi menjadi prioritas saat ini.
Hasari, Kepala UPTD Pertanian Wilayah III Cicurug di kantor UPTD, Kamis (13/6/2024) | Foto : Ibnu Sanubari
Aplikasi13 Juni 2024, 20:08 WIB

Di Sukabumi, Menteri Teten Ungkap Potensi Ancaman Aplikasi Temu asal Cina Bagi UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki bicara ancaman kehadiran aplikasi Temu yang berpotensi mengganggu pasar produk dalam negeri dan UMKM.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat ditemui di Kota Sukabumi pada Kamis (13/6/2024). (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Sehat13 Juni 2024, 20:00 WIB

4 Langkah Penting yang Harus Anda Lakukan Setelah Didiagnosis Pradiabetes

Didiagnosis pradiebetes bukanlah alkhir dari segalanya dan Anda pun dapat hidup sehat dan senang di masa depan.
Ilustrasi - Didiagnosis pradiebetes bukanlah alkhir dari segalanya dan Anda pun dapat hidup sehat dan senang di masa depan. (Sumber : Freepik.com).
Sehat13 Juni 2024, 19:45 WIB

Bolehkah Ngemil Saat Diabetes? Inilah 9 Camilan Sehat Ramah Kadar Gula Darah

Mengelola kadar gula darah ketika sedang terkena diabetes memanglah tidak mudah. Apalagi bagi mereka yang senang ngemil dan selalu perlu camilan.
Ilustrasi Penderita diabetes tetap bisa ngemil dengan camilan sehat ramah kadar gula darah (Sumber : Freepik.com/@8photo)