Dari Tuak hingga Tequila, Sederet Larangan di RUU Minuman Beralkohol

Jumat 13 November 2020, 03:09 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Rancangan Undang-undang atau RUU Larangan Minuman Beralkohol tengah menuai sorotan. Sebab, beleid ini tak hanya melarang orang memproduksi dan menjual, tapi juga minum minuman beralkohol. Bagi yang melanggar, akan dikenai hukuman pidana penjara atau denda. Minuman keras tradisional seperti tuak, tak luput dari aturan tersebut.

Anggota Komisi X DPR Illiza Sa'aduddin Djamal menyebutkan RUU ini adalah usulan dari 18 anggota PPP, 2 dari PKS dan 1 dari Gerindra. Tujuan beleid ini untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif dari para peminum minuman beralkohol.

"Menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol,” kata politikus PPP yang jadi salah satu pengusul ini dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Legislasi DPR, Selasa, 10 November 2020.

Dalam draf yang dikutip dari Tempo.co, RUU ini terdiri dari 24 pasal dan 7 bab. Beberapa aturan di dalamnya yaitu sebagai berikut:

1. Tiga Tujuan

Dalam RUU ini, ada tiga tujuan larangan minuman beralkohol. Ketiganya yaitu melindungi masyarakat, menumbuhkan kesadaran bahwa minuman beralkohol, dan menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari gangguan para peminum.

2. Tiga Golongan

Pasal 4 mengatur bahwa larangan minuman beralkohol berlaku untuk tiga golongan yang selama ini sudah banyak dikenal. Pertama yaitu golongan A (kandungan alkohol 1 sampai 5 persen), seperti bir. Kedua, golongan B (5 sampai 20 persen) seperti wine atau sake. Ketiga, golongan C (20 sampai 55 persen) seperti wiski, vodka, gin, hingga tequila.

3. Miras Tradisional

Tak sampai di situ, larangan di Pasal 4 ini juga berlaku untuk minuman alkohol tradisional hingga racikan. Selama ini, beberapa daerah di Indonesia dikenal punya minuman alkohol sendiri seperti Arak di Bali, Cap Tikus di Minahasa, sampai Tuak di banyak daerah.

"Setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, B, C, tradisional, dan racikan," demikian bunyi penegasan di Pasal 7 draf RUU tersebut.

4. Hukuman Minum Miras

Dalam Pasal 20, peminum bisa kena penjara paling sedikit 3 bulan dan paling lama 2 tahun. Sementara, dendanya paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 50 juta, sebagaimana tercantum dalam Pasal 20.

5. Jika Mengancam Orang Lain, Maka...

Hukuman bagi peminum tak sampai di situ saja. Dalam Pasal 21, ada hukuman jika peminum menganggu ketertiban umum dan mengancam keamanan orang lain. Hukumannya denda paling sedikir Rp 1 tahun dan paling lama Rp 5 tahun. Denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 100 juta.

6. Dilarang Produksi

Lalu dalam Pasal 5, tak hanya minum yang dilarang, tapi juga memproduksinya. Pada Pasal 6, larangan juga berlaku untuk kegiatan memasukkan alias impor, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual semua jenis miras tersebut.

7. Hukuman Memproduksi dan Menjual

Jika nekat memproduksi miras, sebagaimana Pasal 5, maka hukumannya paling sedikit 2 tahun penjara dan paling lama 10 tahun. Denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. Hukuman serupa juga berlaku untuk orang yang mengimpor sampai menjual, sebagaimana Pasal 6.

8. Pengecualian

Meski demikian, semua larangan ini, baik itu minum, memproduksi, dan menjual, tidak berlaku untuk lima kepentingan terbatas. Kelimanya yaitu kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

Dalam bagian penjelasan, tempat-tempat yang diizinkan ini meliputi toko bebas bea, hotel bintang 5, restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, bar, pub, klub malam, dan toko khusus penjualan minuman beralkohol.

9. Dana 20 Persen

Dalam Pasal 9, pemerintah wajib menyiapkan dana untuk sosialisasi bahaya sampai rehabilitasi korban minuman beralkohol. Besarnya 20 persen dari cukai dan pajak minuman beralkohol setiap tahun.

10. Tim Terpadu

Dalam Pasal 11, pemerintah diminta membentuk tim terpadu untuk mengawasi larangan yang ada di dalam RUU ini. Isinya dari kementerian, polisi, kejaksaan, sampai tokoh agama atau tokoh masyarakat.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkini
Sukabumi Memilih20 Mei 2024, 19:45 WIB

Daftar ke PPP, Deden Deni Berpeluang Dampingi Asep Japar di Pilkada Sukabumi

Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin secara resmi mendaftarkan diri ke Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) untuk maju di Pilkada Kabupaten Sukabumi, Senin (20/5/2024).
Deden Deni Wahyudin (Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi mendaftar calon bupati / wakil bupati di Pilkada Sukabumi 2024 | Foto : Sukabumi Update
Sehat20 Mei 2024, 19:30 WIB

Cegah Penyakit Gula Darah, 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji yang Jarang Diketahui

Jambu Biji adalah buah yang kaya nutrisi dan menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi tubuh.
Ilustrasi - Jambu Biji adalah buah yang kaya nutrisi dan menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi tubuh. (Sumber : pexels.com/@Margo White)
Life20 Mei 2024, 19:00 WIB

8 Alasan Ilmu Tenang Itu Mahal dan Berharga, Apa Kamu Memilikinya?

Mengubah pola pikir dan kebiasaan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun membutuhkan usaha yang besar. Ilmu tenang ini termasuk belajar untuk berpikir positif, mengatasi pikiran negatif, dan membangun rutinitas yang menenangkan.
Ilustrasi. Alasan Ilmu Tenang Itu Mahal dan Berharga, (Sumber : Pexels.com/WouterdeJong)
Sehat20 Mei 2024, 18:45 WIB

7 Buah dan Sayuran Kuning Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Kaya Vitamin B12

Buah dan Sayuran yang berwarna kuning ternya bsia membantu menurunkan kolesterol tinggi. Karena kaya akan vitamin B12 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh
Ilustrasi buah dan sayur kuning kaya akan vitamin B12 yang mampu turunkan kolesterol (Sumber : Freepik.com)
Arena20 Mei 2024, 18:31 WIB

Wabup Iyos Lepas 151 Kontingen Sukabumi di Popwilda Jabar 2024

Lepas 151 kontingen Kabupaten Sukabumi di Popwilda Jabar 2024, ini pesan Wabup Iyos Somantri.
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri saat melepas kontingen Kabupaten Sukabumi di Popwilda Jabar 2024. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)
Sehat20 Mei 2024, 18:30 WIB

3 Ciri Kolesterol Tinggi yang Terlihat di Mata, Segera Periksa Jika Mengetahuinya

Seseorang yang menderita kolesterol tinggi bisa terlihat dari perubahan warna atau sesuatu di dalam matanya. Setelah mengetahui ciri tersebut alangkah baiknya segera menemui dokter untuk diperiksa lebih lanjut
Ilustrasi ciri kolesterol tinggi ini pada mata yang perlu diketahui dan segera diperiksa ke dokter (Sumber : Freepik/@wirestock)
Sehat20 Mei 2024, 18:15 WIB

5 Makanan Ini Ramah Untuk Diabetes, Bantu Kontrol Gula Darah Secara Alami

Bagi penderita diabetes pasti ketakutan untuk mengkonsumsi gula. Tapi tidak perlu khawatir, karena da beberapa makana yang ramah untuk diabetes dan bantu mengontrol gula darah secara alami
Ilustrasi makanan ramah untuk penderita diabetes bisa kontrol gula darah secara alami (Sumber : Freepik.com)
Life20 Mei 2024, 18:00 WIB

Bacaan Doa Selamat dalam Perjalanan, Amalkan Saat Hendak Pergi Keluar Rumah

Bacaan Doa Selamat Perjalanan, Yuk Amalkan Sebelum Pergi Untuk Beraktivitas.
Bacaan Doa Selamat Perjalanan, Yuk Amalkan Sebelum Pergi Untuk Beraktivitas. (Sumber : Freepik.com /@fanjianhua)
Sukabumi Memilih20 Mei 2024, 17:50 WIB

Poros Dwikora Usung Fikri Abdul Aziz Dampingi Asep Japar di Pilkada Sukabumi: Paket Komplit

Secara terang-terangan poros dwikora mengusung Fikri Abdul Azis di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024, mereka berharap Fikri Abdul Aziz bisa bersanding menjadi wakil bupati mendampingi Asep Japar sebagai calon bupati.
Vega Sukma Yuda selaku juru bicara poros Dwikora saat diwawancarai awak media. Senin (20/5/2024) | Foto : Asep Awaludin
DPRD Kab. Sukabumi20 Mei 2024, 17:49 WIB

Kaji Raperda Rencana Pembangunan Industri, DPRD Sukabumi Konsultasi ke Biro Hukum Pemprov Jabar

Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi kunjungan kerja ke Biro Hukum Pemprov Jabar. Konsultasi Raperda Rencana Pembangunan Industri 2024-2044.
Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi saat konsultasi Raperda Rencana Pembangunan Industri ke Biro Hukum Pemprov Jabar. (Sumber : Istimewa)