Dewan Pers Kritik Pengesahan UU KUHP, Ini 17 Pasal yang Mengancam Tugas Jurnalistik

Rabu 07 Desember 2022, 18:03 WIB
RKUHP telah disahkan menjadi UU KUHP di tengah gelombang penolakan dari berbagai elemen termasuk pers. Pasalnya, tak sedikit pasal dalam KUHP yang mengancam tugas jurnalistik. | foto: Tangkapan Layar Inews

RKUHP telah disahkan menjadi UU KUHP di tengah gelombang penolakan dari berbagai elemen termasuk pers. Pasalnya, tak sedikit pasal dalam KUHP yang mengancam tugas jurnalistik. | foto: Tangkapan Layar Inews

SUKABUMIUPDATE.com - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah disahkan menjadi UU KUHP di tengah gelombang penolakan dari berbagai elemen termasuk pers. Pasalnya, tak sedikit pasal dalam KUHP itu yang mengancam tugas jurnalistik.

RKUHP disahkan menjadi UU KUHP pada rapat paripurna DPR RI, Selasa, 6 Desember 2022.

Menanggapi hal itu, Dewan Pers menyayangkan keputusan itu diambil dengan mengabaikan minimnya partisipasi dan masukan masyarakat, termasuk komunitas pers.

Mengingat masih terdapat pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman bagi pers dan wartawan. Sejumlah pasal dalam UU KUHP tersebut sungguh mengancam kehidupan
berdemokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Aipda Sofyan Didu Gugur, Update Kondisi Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi kini menghadapi upaya pembungkaman. Pers sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk
memenuhi hak masyarakat atas informasi yang bermakna akan lumpuh karena berhadapan dengan ancaman kriminalisasi oleh pasal-pasal UU KUHP.

Dalam demokrasi, kemerdekaan pers harus dijaga, salah satunya dengan memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap wartawan. Perlindungan itu
dibutuhkan agar wartawan dapat bebas menjalankan tugasnya dalam mengawasi (social control), melakukan kritik, koreksi, dan memberikan saran-saran terhadap halhal yang berkaitan dengan kepentingan umum untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Kemerdekaan pers terbelenggu karena UU KUHP itu dapat menjerat wartawan dan perusahaan pers sebagai pelaku tindak pidana ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Dewan Pers sebagai lembaga independen sebelumnya telah menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) RKUHP terhadap pasal-pasal krusial yang menjadi ancaman terhadap pers dan wartawan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Lord Rangga, Mantan Petinggi Sunda Empire yang Terkenal

Dewan Pers juga menyarankan reformulasi 11 cluster dan 17 pasal dalam RKUHP yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers, sebagai upaya mencegah kriminalisasi. Namun masukan yang telah diserahkan ke pemerintah dan DPR tidak memperoleh feedback. Padahal, Dewan Pers juga menyampaikan saran agar dilakukan simulasi kasus atas norma yang akan dirumuskan.

“Kami menilai ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam RUU KUHP yang baru disetujui oleh Pemerintah dan DPR untuk disahkan menjadi UU KUHP itu tidak hanya mengancam dan mencederai kemerdekaan pers, namun juga berbahaya bagi demokrasi, kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta pemberantasan korupsi,” kata Arif Zulkifli, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers.

Arif menambahkan, ketentuan-ketentuan pidana pers dalam KUHP, mencederai regulasi yang sudah diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Padahal unsur penting berdemokrasi adalah dengan adanya kemerdekaan berekspresi, kemerdekaan berpendapat, serta kemerdekaan pers.

Baca Juga: Ledakan Bom di Polsek Anstana Anyar: Potongan Tubuh dan Motor Bertuliskan Protes KUHP

Dalam kehidupan yang demokratis, kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak
asasi manusia hakiki. Dewan Pers mencatat pasal-pasal UU KUHP yang berpotensi mengkriminalisasi wartawan dan mengancam kemerdekaan pers, kemerdekaan berpendapat, dan berekspresi, sebagai berikut:

1. Pasal 188 yang mengatur tentang tindak pidana penyebaran atau pengembangan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.
2. Pasal 218, Pasal 219, dan Pasal 220 yang mengatur tindak pidana penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat Presiden dan Wakil
Presiden.
3. Pasal 240 dan Pasal 241 yang mengatur tindak pidana penghinaan terhadap Pemerintah.
4. Pasal 263 yang mengatur tindak pidana penyiaran atau penyebarluasan berita atau pemberitahuan bohong.
5. Pasal 264 yang mengatur tindak pidana kepada setiap orang yang menyiarkan berita yang tidak pasti, berlebih-lebihan, atau yang tidak lengkap.
6. Pasal 280 yang mengatur tentang gangguan dan penyesatan proses peradilan.
7. Pasal 300, Pasal 301, dan Pasal 302 yang memuat tentang tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan.
8. Pasal 436 yang mengatur tindak pidana penghinaan ringan.
9. Pasal 433 mengatur tindak pidana pencemaran.
10.Pasal 439 mengatur tindak pidana pencemaran orang mati.
11.Pasal 594 dan Pasal 595 mengatur tindak pidana penerbitan dan pencetakan

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Life18 Juni 2024, 07:00 WIB

Hidup Sehat, 10 Rutinitas yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi

Rutinitas pagi yang sehat dapat membantu mengelola kadar gula darah secara efektif.
Ilustrasi. Konsumsi Minuman Herbal di Pagi Hari. Rutinitas yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi (Sumber : Pixabay/Silvia)
Food & Travel18 Juni 2024, 06:00 WIB

Bingung Memasak Daging Kurban? Intip 4 Aneka Resep Jeroan Sapi Ini!

Bingung Memasak Daging Kurban? Selamat mencoba dan menikmati berbagai olahan jeroan sapi ini!
Ilustrasi. Sambal Goreng Kentang Ati Sapi. Jika Bingung Memasak Daging Kurban, Yuk Intip 4 Aneka Resep Jeroan Sapi Ini! (Sumber : Freepik/@KamranAydinov)
Science18 Juni 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 18 Juni 2024, Termasuk untuk Wilayah Sukabumi, Bogor dan Cianjur

Prediksi cuaca hari ini 18 Juni 2024 wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung dan sekitarnya.
Ilustrasi - Prediksi cuaca hari ini 18 Juni 2024 wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung  dan sekitarnya. (Sumber : Freepik.com/@fanjianhua)
Sukabumi18 Juni 2024, 00:59 WIB

RAI Hergun Pastikan Terbuka Terima Silaturahmi Semua Kandidat Pilkada Sukabumi

Menjelang Pilkada Sukabumi, Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI HerGun) terbuka untuk siapapun, baik warga Kota maupun Kabupaten Sukabumi yang hendak menyalurkan aspirasi dan inspirasinya
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Heri Gunawan (Sumber : dok Heri Gunawan)
Sukabumi Memilih18 Juni 2024, 00:17 WIB

Bertemu Heri Gunawan, Iyos dan Iman Jajaki Dukungan Gerindra di Pikada Sukabumi?

Bakal Calon Bupati Sukabumi Iyos Somantri dan Ketua DPC Partai Demokrat Iman Adinugraha menyambangi Rumah Aspirasi dan Inspirasi (RAI) untuk bertemu Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Heri Gunawan, Senin (17/6/2024) petang.
Iyos Somantri dan Iman Adinugraha bertemu politisi Gerindra Heri Gunawan di RAI Hergun di Kota Sukabumi | Foto : Istimewa
Sehat17 Juni 2024, 21:00 WIB

5 Alasan Kadar Gula Darah Tidak Mau Turun, Anda Pernah Mengalaminya?

Beberapa orang mungkin pernah mengalami kadar gula darahnya tidak mau turun.
Ilustrasi. Beberapa orang mungkin pernah mengalami kadar gula darahnya tidak mau turun. (Sumber : Freepik/@xb100)
Sukabumi Memilih17 Juni 2024, 20:21 WIB

Dapat Perintah DPP, Miftahul Janah Dipastikan Maju di Pilkada Kota Sukabumi

Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) dikabarkan akan mendorong salah satu kadernya, Miftahul Janah untuk maju di Pilkada Kota Sukabumi 2024.
Miftahul Janah, Bakal Calon Wali Kota / Wakil Wali Kota di Pilkada Sukabumi 2024 | Foto : Ist
Life17 Juni 2024, 20:00 WIB

6 Rutinitas Sehat yang Bisa Mencegah Lonjakan Kolesterol dalam Darah

Dengan menerapkan rutinitas sehat setiap hari, Anda dapat secara efektif mencegah lonjakan kolesterol dalam darah dan menjaga kesehatan jantung.
Ilustrasi. Rutinitas Sehat yang Bisa Mencegah Lonjakan Kolesterol dalam Darah (Sumber : Freepik.com)
Jawa Barat17 Juni 2024, 19:21 WIB

Gempat Darat M3,4 Guncang Cianjur, BMKG Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan

Gempa 3.4 magnitudo mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (17/6/2024) pukul 81.21 WIB.
Gempa 3.4 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat, Senin (17/6/2024) pukul 81.21 WIB | Foto : Ist
Gadget17 Juni 2024, 19:00 WIB

Laptop Sering Nge Freeze? Begini 9 Langkah untuk Mengatasinya

Laptop nge-freeze adalah kondisi di mana laptop tidak dapat merespons perintah pengguna.
Ilustrasi -  Laptop nge-freeze adalah kondisi di mana laptop tidak dapat merespons perintah pengguna. (Sumber : Freepik.com).