BPBD Catat 11 Bencana Melanda Kabupaten Sukabumi dalam Sehari, Longsor Mendominasi
BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan 11 insiden bencana dalam sehari (4/12/2025) di 9 kecamatan. Longsor mendominasi, merusak 4 rumah di Cibadak.
BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan 11 insiden bencana dalam sehari (4/12/2025) di 9 kecamatan. Longsor mendominasi, merusak 4 rumah di Cibadak.
Hujan deras yang mengguyur Cisolok Sukabumi, Kamis (4/12/2025), memicu luapan Sungai Cisolok, ambruknya pagar SMAN 1 Cisolok, hingga hanyutnya jembatan darurat.
Jalan penghubung Desa Sekarwangi dan Tenjojaya di Cibadak, Sukabumi, amblas akibat longsor setelah diguyur hujan deras (4/12/2025). Akses kendaraan besar terputus, 4 KK terpaksa mengungsi.
Hujan deras menyebabkan permukiman warga Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Gunungguruh Sukabumi terendam banjir setinggi lutut. Sejumlah rumah dan akses jalan desa tergenang, warga mengevakuasi barang berharga.
Hujan ekstrem memicu banjir dan longsor di 7 titik Kota Sukabumi, merendam rumah dan fasilitas pendidikan. Berikut rinciannya
Cak Imin juga menekankan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai dasar untuk memperkuat perlindungan sosial adaptif, terutama di daerah rawan bencana.
Dua titik longsor terjadi di Sukabumi Utara pada Sabtu (22/11/2025) akibat hujan deras berkepanjangan. BPBD melaporkan satu rumah rusak berat di Cidahu dan longsor 15 meter di Kalapanunggal.
BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan 20 kejadian bencana dalam dua hari akibat cuaca ekstrem, termasuk tanah longsor dan pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan infrastruktur terdampak.
Hujan ekstrem pada Rabu (19/11/2025) memicu lima kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi, mulai dari pohon tumbang, rumah ambruk, hingga longsor yang mengancam permukiman dan sekolah.
Hujan deras memicu banjir dan longsor di tiga desa di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi. Puluhan warga terdampak, sementara jembatan penghubung di Desa Loji putus dan akses warga terhambat.
Banjir akibat luapan Sungai Ciletuh kembali merendam Desa Mandrajaya, Ciemas Sukabumi. Akses jalan terputus dan anak-anak tidak bisa berangkat sekolah karena ketinggian air mencapai dua meter.
Dewan Hamzah Gurnita menyoroti maraknya tambang ilegal dan kerusakan tata ruang yang memicu bencana di Sukabumi. Ia meminta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk mengambil langkah tegas dan nyata dalam penanganannya.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 141 rumah rusak dan 3.291 jiwa terdampak akibat banjir dan longsor di Cisolok dan Cikakak. Data itu hingga Kamis sore 30 Oktober 2025.
Longsor di Sukarame Cisolok Sukabumi Buat 600 Warga Terisolir dan Kekurangan Bantuan.
Warga Kampung Pamokoan Cisolok Sukabumi masih terisolir akibat longsor menutup akses jalan di 5 titik sejak Senin (27/10/2025). BPBD terus berupaya membuka jalur menggunakan alat berat meski terkendala cuaca dan medan sulit.
Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau lokasi banjir bandang di Cisolok dan memastikan penanganan cepat bagi warga terdampak. Pemkab menyiapkan dapur umum, posko darurat, serta tempat pengungsian.
Cerita kepanikan warga saat banjir bandang melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Air saat itu setinggi leher orang dewasa dan arus deras menghantam rumah.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok dan Cikakak selama lima hari, 27–31 Oktober 2025.
Hujan deras memicu longsor di Kecamatan Jampangtengah dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/10/2025). Empat rumah terdampak, dua rumah terancam, dan akses jalan desa di Cimaja tertutup material tanah.
Hujan deras pada Minggu (26/10/2025) sore memicu banjir di empat titik Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Termasuk kawasan wisata Pantai Karanghawu dan dua rumah warga dilaporkan terendam air.