PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

Sukabumiupdate.com
Kamis 30 Apr 2026, 17:46 WIB
PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

Ilustrasi gantung diri. (Sumber Foto: Freepik.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial TN (43) pada Kamis (30/4/2026) dini hari. Korban yang diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sukabumi tersebut ditemukan meninggal dunia diduga akibat mengakhiri hidup di dalam rumahnya.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh anak korban, AN (13). Saat itu, saksi terbangun dari tidur dan hendak menuju kamar mandi. Namun, saat melintasi ruang depan, ia mendapati ayahnya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang plastik berwarna hijau di depan kusen kamar tidur.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, menjelaskan bahwa teriakan minta tolong saksi segera mengundang kedatangan warga sekitar yang tengah melaksanakan ronda malam. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan kemudian segera menuju lokasi kejadian.

“Petugas dari Polsek Gunungguruh bersama tim Inafis Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi lokasi, mengevakuasi korban yang masih tergantung, serta menutup jenazah menggunakan kain sarung,” ujar Ade Ruli kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Diduga Telantarkan Anak Sejak 2024, Ayah Nizam Terancam 5 Tahun Penjara

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui menggantung diri pada kusen pintu kamar dengan ketinggian sekitar dua meter. Tim medis dan kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya indikasi kekerasan. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidup karena mengalami depresi akibat permasalahan keluarga,” ungkap Ade.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban memiliki beban psikologis setelah mengalami kegagalan berumah tangga hingga tiga kali. Selain itu, keterangan keluarga menyatakan bahwa korban juga memiliki riwayat penyakit jantung yang diduga turut memengaruhi kondisi emosionalnya sebelum kejadian.

Baca Juga: Kades Siap Mundur, Kursi Terbang Warnai Aksi Lanjutan Warga Sukatani

Meski polisi telah menawarkan prosedur autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis, pihak keluarga secara resmi menolak langkah tersebut. Keluarga telah menandatangani surat pernyataan keberatan dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Penanganan kejadian ini melibatkan Kapolsek Gunungguruh Iptu Iwan Gunawan, tim Inafis Polres Sukabumi Kota, serta aparat desa setempat. Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.


Catatan Redaksi:

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki masalah psikologis, atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan mental terdekat, psikolog, atau psikiater.

Berita Terkait
Berita Terkini