SUKABUMIUPDATE.com – Duplikasi Jembatan Pamuruyan yang berada di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, resmi mulai difungsikan pada Kamis (4/6/2026) sore. Pembukaan akses jembatan tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kepolisian, serta sejumlah instansi terkait.
Pengawas PPK 2.5 Jawa Barat Kementerian PU, Fauzi Permadi, mengatakan jembatan mulai dibuka untuk umum sekitar pukul 16.00 WIB setelah dilakukan pembahasan dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah jembatan tadi dibuka sekitar jam 4 sore. Kita diskusi juga dengan Lantas dan dinas-dinas terkait. Kita bersinergi,” ujar Fauzi.
Baca Juga: Profil Nanik S Deyang, Dari Jurnalis Senior hingga Ditunjuk Jadi Kepala BGN
Sebelum dioperasikan, jembatan tersebut terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan guna memastikan kelayakan dan keamanan konstruksi. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah penilaian oleh tim independen yang bertugas melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi jembatan.
“Kalau layak, insya allah layak, karena kita ada tim independen,” katanya.
Fauzi menjelaskan, pengoperasian duplikasi Jembatan Pamuruyan saat ini masih dalam tahap uji coba. Sebelumnya, jembatan telah menjalani uji laik fungsi dan loading test sebagai bagian dari proses verifikasi teknis. Meski demikian, hasil pengujian tersebut masih memerlukan pengolahan data dan evaluasi lebih lanjut sesuai standar yang ditetapkan oleh tim independen.
Selain aspek teknis, kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sebelum jembatan akhirnya dapat dibuka dan digunakan masyarakat.
Untuk sementara, pengaturan lalu lintas diberlakukan dengan sistem satu arah pada masing-masing jembatan. Kendaraan yang datang dari arah Bogor menuju Sukabumi akan melintasi jembatan baru, sedangkan kendaraan dari arah Sukabumi menuju Bogor tetap menggunakan jembatan lama.
Baca Juga: Reformasi Birokrasi 90,3 Persen, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Bicara Kunci Dongkrak PAD
“Untuk yang baru ini, dari arah Bogor ke arah Sukabumi. Untuk jembatan yang lama dari arah Sukabumi ke arah Bogor,” jelasnya.
Kementerian PU berharap keberadaan duplikasi Jembatan Pamuruyan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi logistik di Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur baru tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kita hadir untuk menyambung logistik dan meningkatkan ekonomi di Sukabumi. Mudah-mudahan juga bisa membantu mengurangi kepadatan lalu lintas,” ujar Fauzi.
Meski telah mulai difungsikan, Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala guna memastikan kondisi jembatan tetap aman dan optimal digunakan. Pengawasan tersebut akan dilakukan oleh unit yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan penilikan jembatan.
Fauzi juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat melintasi jembatan baru tersebut.
“Untuk para pengguna jalan kami harap mematuhi rambu-rambu, tidak tergesa-gesa atau terburu-buru. Apabila ada kekurangan mohon dimaafkan, dan kami akan terus melakukan evaluasi. Semoga bermanfaat untuk warga Sukabumi,” pungkasnya.




