Kadis PU Sukabumi Sambut Rencana Pembangunan Jalur Baru Bogor-Lebak-Palabuhanratu

Sukabumiupdate.com
Jumat 05 Jun 2026, 10:44 WIB
Kadis PU Sukabumi Sambut Rencana Pembangunan Jalur Baru Bogor-Lebak-Palabuhanratu

Ilustrasi jalur baru Bogor - Lebak, Palabuhanratu | Foto : Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menyambut positif rencana pembangunan jalur poros baru yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Proyek yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut dinilai berpotensi membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Jawa Barat dan Banten.

Menurut Uus, keberadaan jalur penghubung antardaerah tersebut tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor pembangunan.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukabumi saya sangat menyambut baik rencana tersebut. Karena itu tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan akses warga, juga mendorong peningkatan dalam bidang ekonomi, pariwisata, hingga kesehatan,” kata Uus kepada sukabumiupdate.com, Jumat (5/6/2026).

Ia berharap wacana pembangunan jalan poros baru tersebut dapat segera dikomunikasikan secara intensif oleh pemerintah daerah yang akan dilintasi jalur tersebut. Menurutnya, koordinasi lintas wilayah menjadi kunci agar rencana pembangunan dapat direalisasikan secara matang.

“Kita akan menunggu komunikasi termasuk dengan Pemerintah Jawa Barat, karena jalan perbatasan antar daerah tentunya pasti akan melibatkan provinsi,” ujarnya.

Baca Juga: DPM Nusa Putra University Raih Pendanaan PPK Ormawa 2026, Siapkan Program Literasi di Desa Wangunreja

Lebih lanjut, Uus berharap pembangunan jalan baru tersebut nantinya dapat menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, kualitas infrastruktur yang dibangun dapat memenuhi standar jalan provinsi, baik dari sisi lebar jalan maupun penanganan konstruksinya.

“Kalau bisa memang melibatkan pemerintah provinsi agar spesifikasi jalan yang dibangun sesuai dengan kriteria jalan provinsi,” tambahnya.

Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Wisnu Resdiawan, menjelaskan bahwa salah satu jalur yang sempat diwacanakan, yakni Nirmala–Cianten–Lebak, melintasi kawasan perkebunan dan area Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGS).

Wisnu mengaku bahwa wacana pengembangan akses jalan di kawasan perbatasan tersebut pernah muncul beberapa tahun lalu pada masa kepemimpinan Kepala Dinas PU terdahulu, Wawan Juwirtanawan. Saat itu sempat ada kerja sama antardaerah yang membahasa wilayah perbatasan yang salah satunya membahas akses Jalan Nirmala, Sukabumi dan Lebak.

“Tapi itu sudah lama tidak dibahas lagi karena masuk kawasan taman nasional,” ungkapnya.

Menurut Wisnu, pembangunan jalur baru di kawasan tersebut harus melalui tahapan proses dan perizinan yang panjang.

“Kalau melihat kaitan jalan poros Nirmala–Cianten–Lebak itu jalurnya ke arah perkebunan Nirmala, masuk kawasan taman nasional. Untuk masuk ke situ harus ada tahapan, termasuk perjanjian kerja sama dengan taman nasional karena masuk ke area TNGS,” pungkasnya.

Baca Juga: Daerah Berprestasi 2026, Pemkot Sukabumi Raih Terbaik II Penanganan Inflasi

Sebelumnya diberitakan,rencana pembangunan infrastruktur tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2026. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan salah satu fokus utama proyek itu untuk membuka akses jalan yang menghubungkan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dengan wilayah Cianten, Kecamatan Leuwiliang.

Jalur tersebut diharapkan menjadi penghubung strategis menuju wilayah Sukabumi dan Lebak tanpa harus melalui jalur tengah Kabupaten Bogor yang selama ini menjadi akses utama.

"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak," ujar Rudy Susmanto seperti dikutip suara.com dari Antara, Selasa (2/6/2026). (adv)
Berita Terkait
Berita Terkini