Arti Pepatah Sunda “Ngukur ka Kujur Nimbang ka Awak”, Bisa Lebih Sabar dan Bersyukur

Sukabumiupdate.com
Minggu 14 Jun 2026, 19:30 WIB
Arti Pepatah Sunda “Ngukur ka Kujur Nimbang ka Awak”, Bisa Lebih Sabar dan Bersyukur

Ilustrasi - Pepatah Sunda "Ngukur ka kujur, nimbang ka awak" adalah salah satu cara leluhur Sunda agar manusia bisa mengukur kemampuan diri dan tidak memaksakan sesuatu (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Pepatah Sunda "Ngukur ka kujur, nimbang ka awak" merupakan salah satu nasihat hidup yang sangat terkenal dalam budaya Sunda.

Meski kalimatnya singkat, maknanya sangat dalam dan masih relevan hingga sekarang. Nasihat ini sangat baik jika bisa diamalkan agar hidup bisa lebih sabar dan pandai bersyukur.

Lalu, apa sebenarnya arti dan makna dari pepatah tersebut? Mengutip dari berbagai sumber, secara harfiah berarti "Mengukur sesuai ukuran badan, menimbang sesuai kemampuan diri."

Baca Juga: Makna Papatah Leluhur Sunda "Gunung Teu Meunang Dilebur, Lebak Teu Meunang Diruksak"

Makna Filosofis

Pepatah ini mengajarkan agar seseorang sebaiknya;

1. Mengenal kemampuan diri

Setiap orang memiliki kemampuan berbeda, rezeki berbeda, kondisi berbeda, dan tanggung jawab berbeda. Karena itu, jangan memaksakan diri mengikuti orang lain.

2. Hidup sesuai kemampuan

Karuhun Sunda mengajarkan “ulah gedé pasak tibatan tihang.” (Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada kemampuan).

Misalnya memaksakan membeli barang mewah, berutang demi gengsi, atau mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai keadaan.

3. Tidak iri pada kehidupan orang lain

Pepatah ini mengajarkan rasa syukur, karena setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Apa yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.

Baca Juga: 17 Nasihat Karuhun Sunda untuk Para Pemimpin: Nyaur Kudu Diukur, Nyabda Kudu Diunggang

4. Bijaksana dalam mengambil keputusan

Sebelum bertindak, leluhur Sunda mengajarkan agar mengukur kemampuan diri, mempertimbangkan risiko, dan memahami konsekuensi. Jangan bertindak hanya karena emosi atau keinginan sesaat.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Misalnya seseorang berpenghasilan pas-pasan tetapi memaksakan membeli mobil mewah hanya karena ingin terlihat sukses.

Menurut pepatah Sunda “Eta mah henteu ngukur ka kujur, henteu nimbang ka awak”. Artinya ia tidak mempertimbangkan kemampuannya sendiri.

Relevansi dengan Zaman Sekarang

Menariknya, pepatah ini justru semakin relevan di era media sosial. Saat ini kita sering melihat rumah mewah, kendaraan mahal, liburan ke luar negeri, atau gaya hidup glamor.

Padahal yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan keadaan sebenarnya. Karuhun Sunda seolah sudah mengingatkan sejak lama "Ngukur ka kujur, nimbang ka awak." Artinya, jangan menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran hidup kita.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini