Warga Tertemper KA Pangrango di Parungkuda, KAI: Masinis Sudah Bunyikan Klakson

Sukabumiupdate.com
Minggu 14 Jun 2026, 19:40 WIB
Warga Tertemper KA Pangrango di Parungkuda, KAI: Masinis Sudah Bunyikan Klakson

KA Pangrango berangkat dari Stasiun Sukabumi. (Sumber: Dok. PT KAI)

SUKABUMIUPDATE.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menyampaikan duka cita atas peristiwa tertempernya seorang warga oleh Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi-Bogor di petak jalan Parungkuda-Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026) sore.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.42 WIB di KM 31+400/300. Korban mengalami luka berat dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kejadian ini. Semoga korban mendapatkan penanganan terbaik dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut,” ujar Franoto dalam keterangannya.

Menurut Franoto, masinis Kereta Api nomor PLB 227A Pangrango telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan suling atau klakson. Namun, karena jarak yang sangat terbatas serta karakteristik perjalanan kereta api yang tidak dapat berhenti secara mendadak, insiden tersebut tidak dapat dihindari.

Baca Juga: Pedagang Sayur Asal Bojongkokosan Tewas Tertabrak Kereta di Parungkuda

Akibat kejadian itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta dan memastikan kondisi jalur aman untuk dilalui. Proses tersebut menyebabkan perjalanan KA PLB 227A Pangrango mengalami keterlambatan sekitar lima menit.

"Setelah dilakukan pengecekan, perjalanan kereta api kembali dapat dilanjutkan dengan aman," kata Franoto.

Ia menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta. Aktivitas masyarakat di sekitar rel dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api maupun di area sekitarnya. Kereta api memiliki kecepatan tinggi dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara tiba-tiba ketika terdapat orang atau benda di jalur,” tambah Franoto.

KAI juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain dengan tidak menggunakan jalur kereta api sebagai akses berjalan kaki, tempat berkumpul, maupun lokasi beraktivitas lainnya yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Bangunan Tak Terpakai di SDN Gunungbatu Jadi Lokasi KDMP, Disdik Beri Penjelasan

Sebagai moda transportasi massal yang mengutamakan keselamatan, KAI terus melakukan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dukungan seluruh pihak dinilai penting untuk menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakan Peundeuy RT 01/05, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tewas usai tertabrak kereta api di Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026) sore.

Ketua RT 12 Kampung Cijambe, Momon, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 16.30 WIB saat pulang dari menghadiri undangan.

"Saya tahunya pas pulang dari undangan. Sekitar jam setengah lima, lokasi sudah ramai," kata Momon kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

"Pas saya ke sana sudah dibawa polisi. Warga yang lebih dulu merespons itu warga Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 2. Kalau warga Cijambe kebanyakan hanya melihat karena korban sudah ditangani," lanjut dia.

Berita Terkait
Berita Terkini