Pedagang Sayur Asal Bojongkokosan Tewas Tertabrak Kereta di Parungkuda

Sukabumiupdate.com
Minggu 14 Jun 2026, 19:16 WIB
Pedagang Sayur Asal Bojongkokosan Tewas Tertabrak Kereta di Parungkuda

Seorang pria paruh baya, pedagang sayur tewas tertabrak kereta api di Parungkuda, Sukabumi. Minggu (14/6/2026). (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pria bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakan Peundeuy RT 01/05, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tewas usai tertabrak kereta api di Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026) sore.

Ketua RT 12 Kampung Cijambe, Momon, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 16.30 WIB saat pulang dari menghadiri undangan.

"Saya tahunya pas pulang dari undangan. Sekitar jam setengah lima, lokasi sudah ramai," kata Momon kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

"Pas saya ke sana sudah dibawa polisi. Warga yang lebih dulu merespons itu warga Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 2. Kalau warga Cijambe kebanyakan hanya melihat karena korban sudah ditangani," lanjut dia.

Baca Juga: Bangunan Tak Terpakai di SDN Gunungbatu Jadi Lokasi KDMP, Disdik Beri Penjelasan

Momon mengatakan proses evakuasi berlangsung singkat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban langsung dimasukkan ke keranda dan dibawa petugas ke Polsek Parungkuda sebelum selanjutnya ditangani lebih lanjut.

Terkait kronologi kejadian, Momon mengaku tidak melihat secara langsung. Namun berdasarkan informasi dari warga, korban diduga sedang berjalan kaki di jalur rel dengan posisi membelakangi arah datangnya kereta yang melaju dari Sukabumi menuju Bogor.

"Katanya korban sering jualan daun singkong. Informasinya orang Pasirbaliung, Desa Bojongkokosan. Dengar-dengar juga korban agak kurang pendengarannya, jadi kemungkinan saat kereta membunyikan klakson tidak terdengar," katanya.

Ia menambahkan, jalur rel di lokasi tersebut sesekali digunakan warga sebagai akses pejalan kaki, terutama pada pagi hari. Namun pada sore hari aktivitas warga di sekitar rel tidak terlalu ramai.

Menurut Momon, dalam beberapa tahun terakhir baru kali ini terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi tersebut.

Baca Juga: 79 Peserta OSN SD di Sukabumi Terdampak Listrik Padam, Disdik Ajukan Ujian Ulang

"Kalau dulu pernah ada kejadian, tapi tidak sampai meninggal dunia," ungkapnya.

Ia juga menyebut di sekitar lokasi belum terdapat pagar pengaman maupun pos penjagaan. Menurutnya, warga bersama pemerintah desa sebelumnya telah mengusulkan agar ada petugas yang berjaga di titik tersebut.

"Harapannya ada yang menjaga di jalur seperti ini. Itu juga sudah menjadi usulan warga dan kepala desa," katanya.

Sementara itu, warga setempat Suprianto (52) mengaku mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 16.30 WIB saat berada di kawasan perumahan.

"Saya dengar ada kejadian, langsung ke lokasi," ujarnya.

Tiba di lokasi, korban sudah tergeletak di pinggir rel dan dikerumuni warga. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban saat itu sedang berjalan kaki sambil membawa sayuran.
"Korban bawa sayuran. Pas saya datang sudah ramai orang," katanya.

Ia menambahkan, warga bersama petugas kepolisian segera melakukan penanganan dan membawa korban ke RSUD Sekarwangi untuk ditangani lebih lanjut sekitar pukul 17.00 WIB.

Berita Terkait
Berita Terkini