SUKABUMIUPDATE.com – Hiruk-pikuk jalanan Sukabumi yang padat menjadi saksi pertemuan tak biasa antara pengemudi ojek online (ojol) dan jajaran kepolisian. Di tengah deru kendaraan dan kepadatan arus lalu lintas, para ojol memanfaatkan momen langka itu untuk menyuarakan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi setiap hari, mulai dari kemacetan hingga ancaman kendaraan besar yang kerap membuat waswas pengendara kecil.
Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah kedai kopi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026), dan dihadiri langsung oleh Kakorlantas Polri, Agus Suryo Nugroho.
Suara para pengemudi diwakili oleh Ujang Suendi, Penanggung Jawab Ojol Sukabumi Utara. Ia menyebut kesempatan ini menjadi ruang terbuka bagi para pengemudi untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya.
Menurutnya, dalam pertemuan itu pihak kepolisian menyampaikan komitmen untuk membangun kolaborasi dengan pengemudi ojol. Ia menyebut, ke depan kepolisian akan mengayomi aktivitas ojol di jalan.
Baca Juga: May Day 1 Mei: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Merebut Hak 8 Jam Kerja
“Disampaikan bahwa kolaborasi antara kepolisian dengan ojol insyaallah akan terus berjalan, dan kepolisian akan mengayomi aktivitas kami di lapangan,” ujar Ujang.
Di hadapan pejabat tinggi lalu lintas tersebut, Ujang juga menyoroti persoalan klasik yang tak kunjung usai yakni kemacetan di kawasan Cibadak. Ia mengungkapkan bagaimana kendaraan besar kerap menjadi hambatan serius bagi kelancaran arus lalu lintas.
“Kemacetan di Cibadak juga tadi saya sampaikan, termasuk kendaraan besar yang sering menghalangi jalan,” katanya.
Tak hanya itu, keluhan juga mengarah pada aktivitas kendaraan pengangkut material di sekitar akses keluar tol yang dinilai semakin memperumit kondisi jalan. Para pengemudi berharap ada langkah konkret untuk mengurai persoalan tersebut.
Di balik suasana santai kedai kopi, tersirat harapan besar. Ujang mengaku melihat adanya kedekatan yang mulai terbangun antara ojol dan kepolisian, sebuah hal yang menurutnya baru pertama kali terjadi hingga tingkat pusat.
“Baru kali ini kami bisa kolaborasi secara erat, apalagi Pak Jenderal dari Mabes datang langsung,” ucapnya.
Baca Juga: Anwar Satibi Ditahan Polres Sukabumi, Farhat Abbas Uji Pra Peradilan dan Laporkan Ibu Kandung Nizam
Ia juga menyinggung soal penegakan hukum, termasuk adanya laporan tilang elektronik yang sempat diterima sejumlah pengemudi. Namun, ia memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan.
Lebih jauh, ia menyebut pendekatan kepolisian ke depan akan lebih humanis, meski para pengemudi tetap berkomitmen untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
Di sisi lain, tantangan di lapangan tak hanya datang dari kondisi jalan, tetapi juga dari penumpang. Ujang mengungkapkan masih ada penumpang yang enggan menggunakan helm, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Kadang kendalanya dari penumpang, tapi kami akan terus meningkatkan ketertiban agar tidak terjadi miskomunikasi,” ujarnya.
Ia berharap, pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai dialog semata, melainkan mampu menghadirkan perubahan nyata, khususnya dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan berkendara.
Sementara itu, Kakorlantas Polri, Agus Suryo Nugroho, menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk dalam berinteraksi dengan para pengemudi ojol. Ia menekankan bahwa komunikasi dan silaturahmi kini menjadi prioritas dibandingkan penindakan semata.
Baca Juga: ODGJ Diduga Meninggal Tak Wajar, Versi Berbeda Muncul Usai Pemilik Panti Dilaporkan ke Polisi
Ia juga menilai keberadaan pengemudi ojol sangat strategis di lapangan, mengingat mobilitas mereka yang tinggi sehingga dapat menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Lebih lanjut, ia menyebut persoalan kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas menjadi perhatian bersama yang terus dicari solusinya.
“Yang terpenting adalah keselamatan di jalan dan bagaimana masyarakat semakin tertib berlalu lintas,” katanya.
Di penghujung kunjungan, ia mengungkapkan bahwa kehadirannya juga untuk memastikan kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh atau May Day. Ia menyebut koordinasi telah dilakukan untuk mengatur distribusi serta pengawalan massa buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta.
“Pengamanan dan pengawalan sudah disiapkan, termasuk pengaturan pergerakan bus menuju Jakarta,” ujarnya.
Ia memperkirakan ribuan bus akan bergerak dari wilayah Jawa Barat ke ibu kota, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas yang matang agar tetap aman dan tertib. Ia pun mengimbau seluruh masyarakat, termasuk pengemudi ojol dan buruh, untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi kelancaran aktivitas selama peringatan Hari Buruh berlangsung.




