SPI Sukabumi Soal Penyerahan 31 Hektar Tanah HGU Suka Karet: Pelepasan atau Plasma?

Kamis 13 Juni 2024, 21:28 WIB
Rozak Daud, Ketua SPI Sukabumi. | Foto: Sukabumi Update

Rozak Daud, Ketua SPI Sukabumi. | Foto: Sukabumi Update

SUKABUMIUPDATE.com - Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi menyikapi pelepasan tanah HGU PT. Perkebunan Karet Suka Karet yang berlokasi di Desa Bantarkalong Kecamatan Warungkiara.

Diketahui, baru-baru ini, PT. Perkebunan Karet Suka Karet melakukan penandatanganan pelepasan hak guna usaha (HGU) atas tanah seluas 31,97 hektare di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, dengan dalih untuk kepentingan masyarakat. Bahkan, acara serah terima pelepasan tanah berlangsung di Pendopo Sukabumi dan dihadiri Bupati.

Ketua SPI Sukabumi, Rozak Daud mengatakan tanah objek reforma agraria dan subjek reforma agraria diatur dalam Perpres Nomor 62 Tahun 2023.

"Dijelaskan bahwa objeknya adalah Tanah yang diperoleh dari kewajiban menyerahkan paling sedikit 20% luas tanah negara selain hasil pelepasan hutan yang diberikan kepada pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dalam proses pemberian atau perpanjangan atau pembaharuan haknya". kata Rozak kepada sukabumiupdate.com, Kamis (13/6/2024).

Merujuk ketentuan tersebut, kata Rozak, setelah PT. Perkebunan Karte Suka Karet berakhir HGUnya pada 31 Desember 2023, maka objek kembali berstatus tanah negara. Kemudian, ada hak perusahaan mengajukan perpanjangan dengan kewajiban menyerahkan minimal 20% luas tanah.

Baca Juga: Bupati Apresiasi Pelepasan 31 Ha Tanah HGU dari Suka Karet untuk Warga Sukabumi

“Jadi sangat jelas sekali, kecuali ada rujukan aturan terbaru dan hirarki hukumnya diatas Perpres yang baru disahkan di Bulan oktober 2023,” kata dia.

Adapun proses penatagunaan yang 20% itu untuk apa?, sambung Rozak, pemerintah melalui Gugus Tugas Reforma Agraria yang menata sesuai ketentuan, yang terpenting objeknya harus lepas dari HGU.

Rozak mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, akan ada rencana Plasma sekitar 140 Hektar di objek HGU PT Perkebunan Karet Suka Karet di Bantarkalong, Warungkiara.

“Kita tidak boleh terjebak penerapan aturan, Plasma itu diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No 26 Tahun 2007 tentang kewajiban membangun kebun untuk masyarakat sekitar paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan,” ujarnya.

“Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan pola kredit, hibah atau bagi hasil. Agar masyarakat sekitar kebun juga mendapat manfaat dari adanya perusahaan perkebunan. Sehingga dari luas kebun yang diusahakan ada kebun inti 80% , kebun Plasma 20%,” tambahnya.

Jadi harus bisa membedakan dua hal yang berbeda yaitu Pelepasan dan Plasma. “Pelepasan paling sedikit 20% luas tanah itu sebagai syarat perpanjangan HGU sebagaimana diatur dalam Perpres No 62 Tahun 2023, sedangkan Plasma 20% itu adalah bagian dari pemberdayaan dari perusahaan untuk memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitar kebun,” terang Rozak.

“Kami ingin menyampaikan informasi yang benar, masyarakat juga bisa mengetahui hak-haknya yang dijamin dalam peraturan negara, karena secara regulasi sudah ada tinggal kemauan pemangku kebijakan mengambil keputusan secara adil untuk masyarakat dan juga perusahaan. Bukan jalan tengah, tetapi lakukan sesuai peraturan,” pungkasnya.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Life23 Juli 2024, 06:30 WIB

8 Rutinitas Pagi yang Tidak Pernah Ditinggalkan Orang Sukses

Rutinitas pagi yang terstruktur dan positif dapat membantu meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Ilustrasi. Dengan meniru kebiasaan pagi orang sukses, Anda dapat memulai hari dengan lebih baik dan mencapai tujuan hidup dengan lebih efektif. (Sumber : Pexels/AndreaPiacquadio)
Food & Travel23 Juli 2024, 06:00 WIB

Resep Petis Rujak Mangga Muda, Rasanya Asam Segar Pedas dan Lezat!

Semoga Resep Petis Rujak ini membantu menikmati kelezatan mangga muda dengan petis!
Ilustrasi. Resep Petis Rujak Mangga Muda, Rasanya Asam Segar Pedas dan Lezat! (Sumber : Freepik/@jcomp)
Science23 Juli 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 23 Juli 2024, Termasuk Wilayah Bogor, Cianjur dan Sukabumi

Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan dan berawan pada Selasa 23 Juli 2024.
Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan dan berawan pada Selasa 23 Juli 2024. (Sumber : Freepik/timolina)
DPRD Kab. Sukabumi22 Juli 2024, 23:24 WIB

Dewan Andri Dorong Percepatan Pelepasan Lahan Curug Puncak Manik Sukabumi

Andri Hidayana dorong percepatan pelepasan lahan Curug Puncak Manik di Ciemas Sukabumi. Ini alasannya
Curug Puncak Manik Ciemas Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi22 Juli 2024, 23:19 WIB

Dedi Mulyadi dan Deden Deni Silaturahmi dengan Para Istri Kades Se Sukabumi

Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin mengkonfirmasi kehadiran Kang Dedi Mulyadi dalam acara tersebut merupakan bagian rangkaian dari kegiatan Saba Desa yang dilaksanakan ke kabupat
Dedi Mulyadi dan Deden Deni Wahyudin bersilaturahmi dengan para istri kepala desa se Sukabumi | Foto : Ist
Bola22 Juli 2024, 21:54 WIB

Persib Bandung Kalah Tipis 0-1 dari Borneo FC di Piala Presiden 2024

Persib Bandung harus mengakui keunggulan Borneo FC 0-1 pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2024.
Gelandang Persib Bandung, Mateo Kocijan dikepung pemain Borneo FC pada pertandingan Grup A Piala Presiden 2024, Senin, 22 Juli 2024. (Sumber Foto: PERSIB.co.id)
Sukabumi22 Juli 2024, 21:38 WIB

Bertemu Wabup, Pengurus HIPMI Jabar Jimmy Hendrix Bahas Investasi di Sukabumi

Wakil Bupati Sukabumi sekaligus Bakal Calon Bupati Sukabumi, Iyos Somantri bertemu fungsionaris pengurus pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Jimmy Hendrix
Wabup Sukabumi Iyos Somantri bertemu pengurus HIPMI Jabar Jimmy Hendrix, Minggu (21/7/2024) | Foto : Ist
Sukabumi Memilih22 Juli 2024, 21:10 WIB

Relawan Dapil I Sukabumi Siapkan Iyos Menang 80 Persen di Pilkada

Sebagai penasehat Koordinator Relawan Dapil 1, ia menyatakan bahwa pihaknya siap memenangkan Iyos dengan target 80 persen suara.
Bakal Calon Bupati Sukabumi Iyos Somnatri dan Penasehat Relawan Dapil I Reddy Santosa | Foto : Ist
Sukabumi22 Juli 2024, 21:10 WIB

Ini Ciri Mobil Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Surtini di Parungkuda Sukabumi

Polisi masih kesulitan mengidentifikasi pelaku tabrak lari yang tewaskan Surtini di Parungkuda Sukabumi.
Wanita diduga ODGJ jadi korban tabrak lari mobil di Jalan Raya Sukabumi-Bogor tepatnya di Parungkuda Sukabumi. (Sumber : Tangkapan layar CCTV/Istimewa)
Kecantikan22 Juli 2024, 21:00 WIB

Apa Itu Skin Tone? Cek Jenis, Cara Menentukan & Contoh Warnanya Agar Lebih PD!

Memahami skin tone penting dalam berbagai konteks, seperti memilih makeup, pakaian, dan aksesori yang paling sesuai.
Ilustrasi. Skin tone bisa bervariasi dari sangat terang hingga sangat gelap, dan memiliki berbagai macam undertone yang berpengaruh pada bagaimana warna terlihat pada kulit. (Sumber : Pexels/Monstera Production)