Peneliti Ungkap Gunung Kekenceng Sukabumi Pernah Jadi Basis Perjuangan Kemerdekaan

Sukabumiupdate.com
Rabu 04 Feb 2026, 22:08 WIB
Peneliti Ungkap Gunung Kekenceng Sukabumi Pernah Jadi Basis Perjuangan Kemerdekaan

Gunung Kekenceng di Desa Tegalpanjang, Cireunghas, Kabupaten Sukabumi | Foto : Restorazi by chatGPT

SUKABUMIUPDATE.com  - Gunung Kekenceng, sebuah kawasan perbukitan di Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan setelah penelitian sejarah mengungkap bahwa kawasan tersebut pernah menjadi salah satu basis penting perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Temuan ini tidak hanya membuka kembali ingatan kolektif tentang perlawanan rakyat Sukabumi, tetapi juga memperkuat dorongan agar kawasan tersebut ditetapkan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Penelusuran sejarah terbaru dilakukan di Kampung Pojok dan kawasan Gunung Kekenceng, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas. Penelitian tersebut dipimpin sejarawan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya dan Sejarah UNPAD Bandung, Prof. Reiza D. Dienaputra. Ia bersama timnya melakukan kajian arsip, penelusuran lapangan, serta pengumpulan cerita lisan dari masyarakat setempat.

Hasil kajian tersebut kemudian dirangkum dalam laporan penelitian setebal 80 halaman yang diterbitkan pada Desember 2025. Dalam laporan itu, Gunung Kekenceng disebut memiliki makna strategis, khususnya pada masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan.

Letak Gunung Kekenceng yang berada di wilayah tenggara Kecamatan Cireunghas tersebut pertama kali tercatat dalam dokumen pada tahun 1984.

Baca Juga: Reses di Pagelaran Purabaya, Ai Sri Mulyati Terima Keluhan Infrastruktur dan BPJS PBI

Penelitian mengungkapkan bahwa berdasarkan peta Sekutu tahun 1945 yang diterbitkan oleh Survey Production Center, Gunung Kekenceng memiliki ketinggian sekitar 999 meter atau hampir satu kilometer di atas permukaan laut. Kondisi geografis ini menjadikan Gunung Kekenceng memiliki posisi strategis dan berpotensi dimanfaatkan sebagai basis pertahanan serta operasi militer pada masa perang kemerdekaan.

Mereka menyebut meskipun sumber tertulis sezaman sangat terbatas, namun terdapat bukti historis yang menunjukkan Gunung Kekenceng pernah digunakan sebagai markas operasional Batalion Laskar Barisan Sabilillah dalam melawan pasukan Belanda. Informasi ini tercantum dalam laporan Verslag Batalion Sabilillah tertanggal 22 Januari 1947.

Selain itu, laporan lain bertanggal 2 Januari 1947 mengindikasikan bahwa Gunung Kekenceng telah dijadikan markas oleh Barisan Sabilillah sejak akhir tahun 1946. Dari lokasi tersebut, pasukan laskar mengirimkan kompi-kompi untuk melaksanakan berbagai operasi militer ke wilayah sekitar gunung, termasuk kawasan Kabandungan.

Meski demikian, tim peneliti mengakui hingga akhir kajian, mereka belum menemukan sumber sejarah yang kredibel terkait struktur bangunan markas yang digunakan oleh Barisan Sabilillah di Gunung Kekenceng. Baik sumber tertulis, peninggalan benda, keterangan lisan, maupun sumber visual yang dapat dijadikan dasar rekonstruksi sejarah belum berhasil diidentifikasi.

Sumber : Laporan penelitian sejarah objek diduga cagar budaya gunung kekenceng

Berita Terkait
Berita Terkini