Dari Desa Jambenenggang, Sukabumi, Sahal Kamil menempuh jalan sunyi seni rupa hingga menembus pasar global. Berawal dari kegagalan, jeda panjang, dan keterbatasan ekonomi, ia menemukan identitas lewat teknik unik pulpen warna-warni yang diputar saat digores. Konsistensi membawanya bangkit: karya viral, pesanan dari dalam dan luar negeri, hingga pameran perdana Urban Anarchy di Jakarta. Bagi Sahal, seni adalah ruang aman untuk emosi, luka, dan kesadaran—serta bukti bahwa kejujuran dalam berkarya mampu membuka jalan hidup.
Jumat 30 Jan 2026, 12:07 WIB
Jalan Sunyi Seniman Sukabumi, Sahal Kamil Tembus Pasar Global lewat Goresan Pulpen Warna
Video Update