Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Cabai di Pasar Parungkuda Mulai Naik

Sukabumiupdate.com
Senin 09 Feb 2026, 17:28 WIB
Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam dan Cabai di Pasar Parungkuda Mulai Naik

Lapak daging ayam di Pasar Parungkuda Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan, Senin (9/2/2026). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas daging ayam dan cabai.

Petugas Pencatat Harga Sembako UPTD Pasar Parungkuda, Enjang Krismon, mengatakan kenaikan harga mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau khusus di Pasar Parungkuda, ada kenaikan di komoditas daging ayam dan cabai, termasuk bumbu-bumbu cabai,” ujarnya.

Menurut Enjang, harga daging ayam yang dua hari sebelumnya masih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram kini mengalami kenaikan.

“Per hari ini, Senin 9 Februari 2026, harga daging ayam sudah mencapai Rp40.000 per kilo,” katanya.

Baca Juga: Tertembak Senapan Angin Milik Ayah Tiri, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

Sementara itu, harga cabai juga menunjukkan tren kenaikan sejak pekan lalu. Harga cabai merah saat ini mencapai Rp80.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Ia menjelaskan, pada pekan sebelumnya harga cabai masih lebih rendah.

“Minggu kemarin harga cabai merah rawit di kisaran Rp65.000 sampai Rp70.000, sedangkan cabai rawit hijau Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilo,” jelasnya.

Untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya, Enjang menyebutkan harga masih relatif stabil. Kenaikan yang terjadi saat ini diperkirakan dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang Ramadan atau tradisi munggahan.

“Mungkin karena menjelang bulan Ramadan, biasanya di hari-hari tertentu harga bisa naik sedikit,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Tegaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Sesuai Harga Transaksi

Terkait ketersediaan barang, Enjang memastikan stok sembako di Pasar Parungkuda masih aman. Namun, jumlah persediaan tetap bergantung pada masing-masing pedagang.

“Untuk stok sebenarnya banyak, cuma tergantung pedagangnya. Kalau bumbu-bumbu biasanya tidak terlalu banyak stok karena harus habis dalam satu atau dua hari,” ujarnya.

Meski harga mulai merangkak naik, aktivitas pembeli di pasar disebut belum mengalami lonjakan signifikan.

“Untuk lonjakan pembeli belum terlalu, tapi sedikit-sedikit mulai ada karena Ramadan juga sudah dekat,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini