Sambut Instruksi Presiden, Dispar Sukabumi Siapkan Sistem Atasi Sampah di Pantai

Sukabumiupdate.com
Senin 09 Feb 2026, 17:38 WIB
Sambut Instruksi Presiden, Dispar Sukabumi Siapkan Sistem Atasi Sampah di Pantai

Kondisi sampah yang kembali menumpuk di Pantai Talanca Sukabumi. Dispar Sukabumi menyambut instruksi Presiden dengan menyiapkan sistem penanganan demi daya saing wisata. (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, merespons positif instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai penjagaan kebersihan di objek wisata pantai. Menurutnya, instruksi tersebut menjadi penguat bagi pemerintah daerah untuk memastikan lokasi wisata tetap bersih dan kompetitif.

"Pertama, penanganan sampah itu mutlak kebutuhan primer buat kita masyarakat yang tentu harus hidup dalam kondisi yang sehat. Karena aktivitas kesehatan itu bukan hanya urusan individu per individu, tapi menjadi aktivitas kolektif kolegial," ujar Ali kepada sukabumiupdate.com, Senin (9/2/2026).

Ali menjelaskan bahwa adanya instruksi Presiden membuat cakupan penanganan sampah meluas dengan melibatkan berbagai komponen, termasuk aparat keamanan. Hal ini dilakukan demi memastikan daya saing pariwisata Kabupaten Sukabumi dengan daerah lain.

"Yang paling utama bagi pariwisata, kebersihan itu menjadi bagian dari daya tarik, jadi salah satu yang kemudian dicari dan diunggulkan sebagai objek destinasi wisata yang kompetibel, termasuk juga yang mampu bersaing dengan DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang lain adalah karena ada faktor kebersihan tadi," tuturnya.

Baca Juga: Sampah Kain Kembali Cemari Pantai Talanca Sukabumi, Sempat Viral Kini Datang Lagi

Menanggapi kembali menumpuknya sampah di Pantai Talanca, Kecamatan Simpenan, Ali menyoroti posisi geografis Palabuhanratu yang berada di wilayah muara. Kondisi tersebut menyebabkan sampah kiriman dari aktivitas warga di wilayah hulu bermuara dan berakhir di kawasan pesisir pantai.

Untuk mengatasi persoalan itu, ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak boleh lagi dilakukan secara sporadis melalui kegiatan bakti sosial semata, melainkan harus didukung oleh sistem penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Tidak hanya berupa penanganan yang sporadis dalam bentuk penanganan kebersihan bakti dan lain sebagainya, tapi juga memang harus ada sistem yang kita buat. Dan insyaallah mungkin nanti kita bisa berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk juga dari kalangan akademisi untuk bisa menyelesaikan sampah tidak sampai datang dulu ke pantai," jelas Ali.

Ali memaparkan beberapa hipotesa penanganan yang sedang dikaji, mulai dari pemasangan jaring di aliran sungai hingga pengolahan sampah sebelum mencapai muara. Salah satu opsinya adalah menggunakan teknologi yang pernah dirintis untuk mengubah sampah menjadi bahan baku energi.

"Misalkan dengan menggunakan teknologi yang dirintis oleh Pak Pangdam terdahulu dengan menjadikannya sebagai bahan baku untuk pemanas dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita punya kekuatan bersama untuk mewujudkan itu semua. Kalau sampah bisa ditangani dari sumbernya, maka pantai kita akan tetap bersih, wisatawan nyaman, dan pariwisata Sukabumi semakin maju," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini