Pelebaran Simpang Sebidang Exit Tol Cibolangkaler, Akses ke Nusa Putra Terancam Tertutup

Sukabumiupdate.com
Selasa 03 Feb 2026, 13:57 WIB
Pelebaran Simpang Sebidang Exit Tol Cibolangkaler, Akses ke Nusa Putra Terancam Tertutup

Ptugas BPN saat pengukuran ulang batas depan kampus Universitas Nusa Putra yang akan menjadi area simpang sebidang exit tol Cibolangkaler, Sukabumi Timur | Foto : Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com – Trans Jabar Tol (TJT) bersama Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sukabumi melakukan pengukuran ulang batas jalan yang akan menjadi area simpang sebidang di kawasan exit Tol Cibolangkaler, Sukabumi Timur. Pengukuran ini dilakukan untuk memastikan tanah yang sudah terbayar sekaligus tindak lanjut rencana pelebaran jalan di lokasi tersebut.

Salah seorang pekerja TJT yang tidak mau ditulis namanya menjelaskan, pengukuran ulang dilakukan untuk memastikan keakuratan batas jalan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurutnya terdapat indikasi perbedaan antara data pengukuran milik TJT dengan kondisi batas di lapangan.

“Kami melakukan pengukuran pengembalian batas karena ada indikasi airway yang sudah kami plotting ternyata berbeda dengan data TJT,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com di lokasi kegiatan.

Ia menyebutkan, perbedaan tersebut ditemukan di sejumlah titik batas jalan yang telah dipasang. Beberapa titik dinilai terlalu maju ke depan, sementara titik lainnya justru kurang mundur dari batas yang seharusnya.

“Sebagian titik sudah sesuai, tetapi ada juga yang terlalu ke depan. Karena itu kami mengajak pihak BPN untuk memastikan batas sesuai dengan tanah yang sudah dibayarkan,” katanya.

Baca Juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup hingga 31 Maret 2026: Ini Alasannya

Ia menegaskan, hasil pengukuran tersebut belum dapat memastikan apakah simpang sebidang di exit Tol Cibolangkaler akan diperluas atau tetap dengan kondisi seperti saat ini. Keputusan akhir masih menunggu hasil kajian lanjutan berdasarkan data pengukuran terbaru.

Di lokasi yang sama, Kepala Seksi Pengadaan Tanah ATR/BPN Kabupaten Sukabumi, Endi Sutiardi, mengatakan bahwa pengukuran ulang dilakukan untuk memastikan pemasangan batas tanah yang telah dibayarkan sekaligus mendukung rencana pelebaran badan jalan simpang sebidang.

Menurut Endi, pelebaran direncanakan sekitar dua meter pada badan jalan simpang sebidang yang saat ini dinilai kurang luas. Langkah tersebut bertujuan menyesuaikan rasio lebar jalan keluar tol agar tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

"Supaya nyaman lagi, kan ada aturan kalau keluar tol luasnya harus berapa, jangan dari 4 tiba-tiba ke 2, kecil kan, macet lah itu," kata dia. "Keluar tolnya tersumbat," tegasnya.

Endi juga menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kebutuhan pasti pelebaran jalan di kawasan tersebut. ATR/BPN, kata dia, hanya bertugas membantu pengukuran lahan, sementara penentuan kebutuhan lebar jalan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak TJT.

Dari pantauan sukabumiupdate.com, rencana pelebaran simpang sebidang tersebut diantaranya akan berdampak pada terkikisnya area halaman kampus Universitas Nusa Putra yang saat ini sudah relatif sempit. Apabila pelebaran badan jalan direalisasikan, halaman kampus diperkirakan akan semakin berkurang.

Baca Juga: Giat Monitoring, BPBD Kota Sukabumi Bersihkan Saluran Air Rawan Banjir di Sudajayahilir

Rektor Universitas Nusa Putra, Dr. Kurniawan, saat dikonfirmasi menyatakan penolakan terhadap rencana pelebaran tersebut. Ia pun telah menyampaikan rasionalisasi atas penolakan tersebut dsalam berbagai forum bersama TJT, PPK dan BPN.

Menurut Rektor, pelebaran jalan yang merupakan bagian dari sedign baru di kawasan exit tol Cibalongkaler ini selain akan mempersempit halaman kampus, pelebaran simpang sebidang juga berpotensi menutup akses keluar-masuk kampus.

"Bisa dilihat dalan peta dimana pintu masuk yang sebelumnya berada di deoan kampus,dalam design baru itu tidak ada," ungkapnya seraya menunjukan peta digital dimana rencana letak pintu masuk yang bergeser ke arah barat kampus. 

Rektor menegaskan, penambahan lahan yang dikaitkan dengan desain baru tersebut diduga hanya menguntungkan satu pihak tertentu.

Berita Terkait
Berita Terkini