SUKABUMIUPDATE.com - Unesco menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Sedunia, atau Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, atau Hari Buku Internasional. Bicara buku, Sukabumi punya seorang penulis muda yang cukup produktif melahirkan karya-karya literasi.
Namanya Encep Abdillah, lahir di Kota Sukabumi pada tahun 1996. Pria dengan nama pena Zeed Abdillah ini adalah penulis sejumlah judul buku yang cukup inspiratif, sebut saja Narkoba Bukan Jalan Pulang dan buku berjudul Rindu yang Tersembunyi.
Kedua buku ini diangkat dari sebuah perjalanan hidup yang tentu tidak selalu berjalan mulus. Melalui sebuah tulisan singkat yang dikirimkan ke redaksi sukabumiupdate.com, Zeed mengaku pernah berada di titik terendah dalam hidupnya: keluarga hancur, pertemanan hancur, keuangan runtuh, hingga usaha yang ia bangun pun ikut tumbang.
Baca Juga: YouTube Nurut Soal PP Tunas Batas Usia, Akun di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Lebih dari itu, masa lalunya dengan narkoba meninggalkan luka yang sangat dalam. Ia harus menerima kenyataan pahit terpisah dari anak-anaknya. Bahkan, anak keduanya belum pernah ia lihat wajahnya, belum pernah ia dengar suaranya, dan belum pernah ia genggam tangannya hingga hari ini.
Jauh sebelumnya, lewat buku Rindu yang Tersembunyi, Zeed merangkai kata yang didedikasikan untuk untuk anak-anak dan keluarganya. Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidupnya sejak masa kejayaan, saat usahanya mampu menghasilkan lebih dari satu miliar rupiah per tahun, hingga akhirnya runtuh dan membawanya pada titik terendah, bahkan harus menjalani hidup sebagai seorang driver ojek.
Dari titik gelap itulah, Encep Abdillah mulai menulis dengan lebih jujur dan terbuka. Dalam prosesnya, ia mendapatkan bimbingan dari Brigpol Suherwin Suwardi dari Satuan Narkoba Polda, yang turut mengarahkan dan mendampingi hingga lahirlah sebuah karya berjudul Narkoba Bukan Jalan Pulang.
Baca Juga: Dulu Biasa, Sekarang Langka: Tradisi Sunda yang Mulai Hilang
“Buku ini bukan sekadar karya tulis, melainkan cerminan perjalanan hidup, penyesalan, sekaligus harapan,” tulis Zeed/.
Melalui tulisan tersebut ia ingin menyampaikan pesan yang lebih luas: bahwa tidak ada kebaikan yang benar-benar lahir dari narkoba, dan setiap orang masih memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki hidupnya.
Lebih dari sekadar berkarya, Encep Abdillah memiliki satu harapan besar. Melihat Kota Sukabumi bersih dari narkoba. Ia ingin pengalamannya menjadi pelajaran, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi generasi muda yang hari ini berada di persimpangan pilihan.
Baca Juga: Merawat Kepercayaan di Tengah Dinamika Media dan Public Relations
Buku Narkoba Bukan Jalan Pulang tak hanya sekadar kumpulan peringatan. Ia juga bukan ceramah panjang yang mudah dilupakan. Buku ini hadir dengan pendekatan yang berbeda, lebih dekat, lebih jujur, dan langsung menyentuh sisi paling dalam pembacanya, terutama generasi muda yang setiap hari bergulat dengan tekanan dan godaan.
Menurut Zeed, di balik judulnya yang sederhana, tersimpan pesan yang dalam: setiap pilihan meninggalkan jejak, dan tidak semua jalan akan membawa kita kembali pulang. Kisah-kisah dalam buku ini dimulai dari hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari keinginan untuk terlihat keren dihadapan teman, dorongan untuk melarikan diri dari masalah, hingga rasa penasaran yang tampak sepele. Justru dari titik-titik kecil itulah semuanya bermula dan di situlah buku ini terasa begitu nyata.
Baca Juga: Data KPK: 91% Pelaku Korupsi Adalah Laki-laki, Uangnya Ada yang Mengalir ke Perempuan Lain
Buku ini tidak menggambarkan narkoba sebagai sesuatu yang langsung menghancurkan. Sebaliknya, ia memperlihatkan bagaimana sesuatu yang terlihat kecil dan tidak berbahaya perlahan menarik seseorang mendekati jurang, tanpa disadari.
Kejujuran menjadi kekuatan utama buku ini. Narkoba memang menawarkan sesuatu kenikmatan sesaat, ketenangan yang semu, bahkan ilusi bahwa masalah bisa menghilang. Namun setelah itu, yang tersisa justru jauh lebih berat dari yang pernah dibayangkan.
Luka itu tidak berhenti pada diri pengguna. Ia merambat ke orang tua yang terjaga dalam kecemasan, ke keluarga yang perlahan kehilangan sosok yang mereka kenal, dan ke masa depan yang seharusnya masih luas, namun mulai tertutup satu demi satu.
Baca Juga: Bambu Bitung hingga Awi Tali, Warga Nyalindung Sukabumi Bangun Jembatan Secara Swadaya
Yang membuat buku ini berbeda dari kampanye anti narkoba pada umumnya adalah nadanya. Ia tidak menghakimi, tidak memvonis. Ia hadir sebagai pengingat hangat, tetapi tegas.
Buku ini menyampaikan bahwa masa depan masih bisa diselamatkan. Hidup masih bisa diperbaiki. Dan langkah pertama untuk benar-benar pulang adalah menjauhi apa yang selama ini dianggap sebagai pelarian.
Narkoba Bukan Jalan Pulang tersedia di Detak Pustaka Toko dan juga dapat ditemukan di toko buku seperti Gramedia. Buku ini layak dimiliki oleh orang tua, pendidik, dan terutama anak muda yang sedang mencari arah. Karena terkadang, satu buku yang tepat bisa menjadi awal dari sebuah kesadaran besar.




