SUKABUMIUPDATE.com - Banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 14 April 2026 lalu, menghanyutkan sebuah jembatan di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Kini, warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat sebagai akses sementara.
Pembangunan yang mulai dikerjakan sejak Selasa (21/4/2026) tersebut merupakan tindak lanjut dari rusaknya akses penghubung utama yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk beraktivitas antarwilayah. Putusnya jembatan sempat menghambat mobilitas warga, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Jembatan darurat tersebut dibangun secara swadaya dengan memanfaatkan material lokal seperti bambu bitung, gombong, dan awi tali. Proses pengerjaan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, aparat kecamatan, relawan, hingga masyarakat setempat.
Baca Juga: Weekend Wajib ke Sini! Curug Cibeureum Sukamakmur Bisa Camping di Depan Air Terjun
Sejak pagi hari, warga tampak antusias menyiapkan bahan-bahan seperti bambu dan kayu untuk konstruksi jembatan sementara. Hingga kini, pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 80 persen dan berjalan selama tiga hari dengan pengerjaan dilakukan secara gotong royong.
Kepala Desa Bojongsari, Asep, mengatakan pembangunan jembatan darurat ini menjadi langkah penting untuk memulihkan aktivitas masyarakat pascabencana.
“Pembangunan jembatan darurat menggunakan material dari bambu,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Diberi Tenggat 1 Bulan Lengkapi Izin, Sidak DPRD Sukabumi ke PT Agri Panen Lestari
Ia menambahkan, prioritas utama saat ini adalah memastikan akses warga kembali normal meski masih menggunakan fasilitas sementara.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial bisa kembali berjalan, meskipun masih menggunakan fasilitas darurat,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan air sungai mulai surut, aktivitas warga mulai berangsur pulih. Anak-anak sekolah tampak dibantu orang tua dan warga saat turun menyeberangi sungai demi tetap mengikuti kegiatan belajar.
Baca Juga: Cara Alami dan Efektif untuk Menghilangkan Kutu Rambut dan Telurnya
Melalui semangat gotong royong, masyarakat berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat. Kebersamaan ini sekaligus menjadi bukti kuat solidaritas warga dalam menghadapi situasi darurat.





