SUKABUMIUPDATE.com – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya di sebuah pohon cengkeh.
Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, anak berusia 10 tahun tersebut sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku dan pensil. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi lantaran keterbatasan ekonomi keluarga. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu.
Camat Jerebuu, Bernardus H Tage, menyampaikan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis (29/1) lalu.
“Di pohon cengkeh dekat rumahnya. Anak itu tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah,” ujar Tage, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Kurang Terpapar Sinar Matahari? Ini Makanan Tinggi Vitamin D
Ia menjelaskan, jasad YBS ditemukan pada Kamis siang oleh warga yang sedang mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban. Sebelumnya, pada pagi hari, sejumlah warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah, meski seharusnya ia berangkat ke sekolah.
Menurut keterangan, sehari sebelum kejadian YBS menginap di rumah ibunya. Saat itu, ia kembali meminta uang untuk membeli buku dan pena.
“Tapi ibunya tak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan,” kata Tage.
Warga sekitar mengenal YBS sebagai anak yang berperilaku baik, rajin belajar, dan jarang menunjukkan kesedihan, meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan.
surat wasiat yang ditinggalkan bocah 10 tahu di NTT.
Usai ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada mengonfirmasi adanya secarik kertas bertuliskan pesan menggunakan bahasa daerah setempat. Kertas tersebut diduga merupakan surat perpisahan dari YBS untuk ibunya dan keluarga.
“Surat untuk mama. Saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Jangan pula mama mencari atau merindukanku. Selamat tinggal mama…”
Catatan redaksi: Berita ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi kepada publik. Redaksi tidak bermaksud mengglorifikasi atau mendorong tindakan mengakhiri hidup dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki kecenderungan mengakhiri hidup atau masalah kesehatan mental segera cari bantuan dari tenaga profesional, keluarga, atau layanan yang disediakan pemerintah.
Sumber: Suara.com



