Slamet Apresiasi dan Evaluasi Satu Tahun Kebijakan Pangan Pemerintahan Presiden Prabowo
Data terbaru menunjukkan produksi beras dan jagung meningkat signifikan.
Data terbaru menunjukkan produksi beras dan jagung meningkat signifikan.
Slamet menegaskan peningkatan konsumsi ikan berdampak besar terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan anak-anak Indonesia.
Slamet menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan.
Slamet menegaskan kepemilikan lahan petani di Indonesia masih sangat rendah.
Slamet merekomendasikan agar pemerintah meninjau kembali Permendag ini.
Slamet mempertanyakan rencana penggunaan APBN sebesar 5 hingga 10 persen.
Slamet menyoroti beberapa isu strategis yang membutuhkan penjelasan.
Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Slamet menyoroti tingginya biaya pengembangan gandum per hektare dibandingkan sorgum.
Menhut yang menyatakan tidak mengenal Aziz Wellang mengundang pertanyaan.
Fraksi PKS akan terus mengawal penguatan peran karantina.
Slamet mengingatkan pentingnya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Slamet meminta Bulog melakukan audit persediaan dan kualitas beras secara menyeluruh.
Terdapat ketidakselarasan antara klaim pemerintah dengan realitas di lapangan.
Kondisi ini terjadi karena belum adanya mekanisme tata niaga beras yang adil.
Potensi yang lahir dari kebun kurma ini tak hanya menyasar pasar buah segar.
Slamet menegaskan kebijakan pangan nasional harus menjamin tiga prinsip utama.
Slamet mendesak pemerintah segera mengidentifikasi sumber utama pencemaran.
Bencana ini bukan yang pertama, dan bukan pula yang terakhir jika kita tidak segera berbenah.
Kemenhut RI melalui Bapedas Citarum hadir sebagai narasumber teknis.