Ruang Kelas 6 SDN Bihbul Ciemas Sukabumi Ambruk, Wali Murid Minta Segera Ada Penanganan

Sukabumiupdate.com
Rabu 23 Sep 2026, 10:33 WIB
Ruang Kelas 6 SDN Bihbul Ciemas Sukabumi Ambruk, Wali Murid Minta Segera Ada Penanganan

Ruang kelas 6 SDN Bihbul, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum murid-murid masuk sekolah. (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Ruangan kelas 6 SDN Bihbul, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Beruntung, peristiwa tersebut terjadi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan para pelajar belum memasuki ruangan kelas.

Selain itu,  ruang kelas 5, MCK, gudang arsip, dan kantor berada dalam kondisi yang berpotensi ambruk. Bahkan demi menjaga keselamatan, ruang kelas 5 telah dikosongkan lebih dulu.

Salah satu wali murid SDN Bihbul, Apandi (53) asal Kampung Cipaon, Desa Tamanjaya, mengatakan bangunan sekolah yang ambruk diduga sudah dalam kondisi lapuk karena telah berusia cukup tua.

Baca Juga: 27 Tahun di Arab Saudi, Beti PMI Asal Kadudampit Sukabumi Tak Digaji dan Ditahan Majikan

"Yang ambruk ruangan kelas 6 tadi pagi, tapi ambruknya ruangan kelas itu efeknya ke ruangan kantor, MCK para murid, dan gudang arsip. Kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum murid masuk," ujar Apandi, dalam video yang diterima sukabumiupdate.com.

Menurut Apandi, dampak ambruknya bangunan juga terlihat pada bagian kantor sekolah. Plafon mengalami pecah dan retak, sementara sejumlah keramik mengalami kerusakan.

"Selain ruangan kelas, efek ambruknya ke kantor. Plafonnya pecah, belah, kemudian keramiknya juga anjlok," katanya.

Kondisi tersebut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar, terutama bagi murid kelas 6. Karena ruang kelas tidak dapat digunakan, pihak sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke ruangan lain.

Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, 7 Kebiasaan Ini Bisa Mempengaruhi Kesehatan Jantung di Usia Muda

"Ini mengganggu kegiatan belajar anak, apalagi ini ruangan kelas 6. Tidak bisa difungsikan, akhirnya guru memindahkan siswa ke kelas lain supaya kegiatan belajar tetap berjalan. Kelas 6 dipindah ke ruangan kelas 4," ungkapnya.

Apandi berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan perhatian dan melakukan penanganan terhadap kondisi bangunan SDN Bihbul.

Ia juga berharap penanganan tersebut dapat diupayakan melalui anggaran perubahan, mengingat kondisi ruang kelas yang terdampak membuat kegiatan belajar pelajar terganggu.

"Intinya saya atas nama wali murid SDN Bihbul memohon kepada Pak Kadis Pendidikan dan Pak Bupati supaya ada perhatian khusus, terutama untuk anggaran perubahan sekarang. Karena kegiatan belajar anak terganggu," ujarnya.

Baca Juga: Teror Sanca di Pasirdoton Sukabumi, Warga Evakuasi Ular 3,5 Meter dari Bekas Pabrik

Selain kepada Pemkab Sukabumi, Apandi juga meminta dukungan DPRD Kabupaten Sukabumi agar kondisi sekolah tersebut segera mendapat penanganan.

"Kami juga mendorong dan memohon bantuan kepada Pak Dewan, khususnya Pak Haji Batman, supaya bisa membantu kondisi sekolah ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, peristiwa ambruknya bangunan SDN Bihbul dapat masuk dalam kategori bencana sehingga proses penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.

"Mudah-mudahan masuk kategori bencana, bisa lebih cepat," ujar Deden.

 

Berita Terkait
Berita Terkini