Langit Kuning Palangka Raya, apa Dampaknya Bagi Kesehatan?

Langit Palangka Raya berubah kuning kecokelatan, bahkan siang hari tampak gelap seperti malam akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bukan sekadar mengganggu jarak pandang, kabut asap juga membawa partikel halus PM2.5 yang bisa masuk jauh ke dalam paru-paru.

Pada Kamis (15/10/2026), konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya tercatat mencapai 230,8 mikrogram per meter kubik, dengan kualitas udara masuk kategori berbahaya. Kondisi ini juga menandai hari ke-37 berturut-turut masyarakat terpapar udara tidak sehat.

Paparan asap karhutla dapat memicu mata perih, batuk, iritasi tenggorokan, hingga memperburuk penyakit pernapasan. Bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Untuk mengurangi risiko, batasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, pantau kualitas udara, dan gunakan masker N95, KN95, atau KF94 yang terpasang rapat jika harus beraktivitas di luar.