Wisuda Gelombang I 2026/2027: Kukuhkan 987 Lulusan, UMMI Cetak Generasi Unggul dan Berdampak

Wisuda Gelombang I 2026/2027: Kukuhkan 987 Lulusan, UMMI Cetak Generasi Unggul dan Berdampak

Wisuda Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Program Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma III Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (7/11/2026). (Sumber : UMMI).

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter Islami, dan berdaya saing melalui pengukuhan 987 lulusan pada Wisuda Program Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma III Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Sukabumi, Sabtu (7/11/2026), yang terbagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang.

Momentum wisuda ini bukan sekadar penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, melainkan representasi komitmen UMMI dalam menghadirkan pendidikan yang membangun kompetensi, karakter, dan kepedulian sosial. Sebanyak 418 lulusan dikukuhkan pada sesi pagi dan 364 lulusan pada sesi siang serta 205 lulusan mengikuti wisuda secara daring.

Rektor UMMI, Prof. Dr. Reny Sukmawani, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu melampaui pencapaian akademik dengan menghadirkan karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurut beliau, gelar akademik merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

“Wisuda bukanlah akhir perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memperbarui pengetahuan dan mengamalkan ilmu,” ungkap Prof. Dr. Reny Sukmawani, M.P.

Pesan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan pendidikan UMMI yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan lulusan yang memiliki integritas, akhlak, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

UMMI Perkuat Pendidikan Berbasis Nilai Islam dan Kearifan Lokal

Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMMI menempatkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan dalam membangun karakter mahasiswa. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan agar lulusan tidak hanya memiliki keahlian profesional, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Baca Juga: Adu Mulut Berujung Maut di Warudoyong Sukabumi, Pria Tewas dengan Luka Bacok

Komitmen tersebut sejalan dengan diferensiasi misi UMMI sebagai teaching university berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan ini, pendidikan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Rektor UMMI menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan transformasi dunia kerja menuntut setiap lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi. Oleh karena itu, semangat lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat harus menjadi prinsip yang melekat dalam perjalanan profesional maupun kehidupan pribadi.

“Gelar akademik menunjukkan capaian pendidikan, tetapi kemauan untuk terus belajar menunjukkan kesiapan menghadapi masa depan,” tegas beliau.

Baca Juga: Setiap Tahun 70 Hektare Sawah di Kota Sukabumi Hilang

UMMI juga mendorong agar ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai penguasaan teori di ruang perkuliahan. Penelitian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, inovasi menghasilkan nilai tambah, dan pengabdian memperkuat kemandirian. Prinsip ini sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak yang menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Dengan demikian, lulusan UMMI diharapkan mampu mengambil peran strategis sesuai bidang keilmuannya. Mereka diharapkan hadir sebagai pendidik yang memberikan keteladanan, profesional yang menjunjung etika, wirausahawan yang produktif, serta pemimpin yang amanah dan berintegritas.

Lebih dari 12.000 Alumni, Kekuatan UMMI untuk Membangun Masyarakat

Pengukuhan 782 lulusan pada wisuda kali ini menambah kekuatan jaringan alumni UMMI yang kini telah mencapai lebih dari 12.000 orang. Jumlah tersebut menjadi modal penting bagi universitas dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi melalui kiprah para alumni di berbagai bidang profesi dan pengabdian.

Baca Juga: Setiap Tahun 70 Hektare Sawah di Kota Sukabumi Hilang

Rektor UMMI menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan. Lebih dari itu, kualitas ilmu, karakter, karya, dan kontribusi alumni menjadi ukuran penting dalam melihat keberhasilan proses pendidikan.

Pandangan tersebut sekaligus menjadi pesan bagi para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengembangkan potensi daerah dan menjawab kebutuhan masyarakat. Alumni diharapkan mampu membawa nama baik almamater melalui prestasi, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat luas.

Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berperan dalam mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: Pepatah Sunda Mamatahan Ngojay ka Méuri, Nasihat agar Tidak Merasa Paling Tahu

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D., turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan UMMI. Beliau menyampaikan harapan agar UMMI terus meningkatkan kualitas kelembagaan dan mampu menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul di Jawa Barat.

Beliau juga mengingatkan para lulusan bahwa pendidikan telah memberikan berbagai modal penting, mulai dari jejaring sosial, pengetahuan dan keterampilan, hingga pengakuan akademik. Seluruh modal tersebut perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab dalam kehidupan setelah lulus.

Harapan terhadap kontribusi lulusan juga disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, S.E., M.M. Beliau berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan dapat diwujudkan menjadi karya nyata yang adaptif dan solutif, khususnya bagi kemajuan Kota Sukabumi.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Bojonglopang-Cimerang Capai 54,44 Persen, Dinas PU Sukabumi Kejar Sesuai Target

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., turut menyampaikan ucapan selamat dan berharap para lulusan dapat menjadi generasi unggul Islami, berkemajuan, serta berdaya saing global.

Melalui wisuda ini, UMMI kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan kontribusi sosial. Dengan bekal ilmu, nilai keislaman, dan semangat pembelajaran sepanjang hayat, para lulusan diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah maupun nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi UMMI, keberhasilan wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika para lulusan mampu membawa ilmu ke tengah masyarakat, menciptakan perubahan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan. (adv)

 

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB