Polda Jabar Tangani Dugaan Pelanggaran Polres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi: Saya Siap Diperiksa

Polda Jabar Tangani Dugaan Pelanggaran Polres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi: Saya Siap Diperiksa

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi (Sumber: dokpol)

SUKABUMIUPDATE.com - Bidpropam Polda Jawa Barat melakukan tindak lanjut proses penanganan dan klarifikasi atas informasi dugaan pelanggaran di Polres Sukabumi. Sebelumnya viral konten tiktok yang mengungkap banyak dugaan pelanggaran kewenangan di lingkungan Polres Sukabumi.

Mulai dari dugaan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar (pungli), pengelolaan anggaran, hingga penanganan sejumlah perkara. Lewat akun instagramnya Bid Propam Polda Jawa Barat menegaskan bahwa informasi tersebut telah ditindaklanjuti melalui proses penanganan dan klarifikasi.

“Setiap informasi dan laporan yang menjadi perhatian masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, objektif, serta sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tulis akun instagramnya Bid Propam Polda Jawa Barat 

Selanjutnya Bidpropam Polda Jawa Barat menegaskan komitmen untuk menjaga integritas, meningkatkan pengawasan internal, serta memastikan setiap personel Polri senantiasa menjunjung tinggi disiplin, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

Baca Juga: Sifat Melawan Hukum, Putusan Perkara Suket Pendidikan Wapres Gibran Dalam Perspektif Hukum Perdata

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran disiplin di tubuh Polri,” tegas Bidpropam Polda Jawa Barat 

Kapolres Sukabumi Siap Diperiksa 

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menyatakan siap diperiksa secara transparan dan terbuka, terkait tuduhan penyelewengan jabatan. Dalam beberapa pekan terakhir, dugaan penyelewengan jabatan pada kepemimpinan AKBP Benny Cahyadi di Polres Sukabumi mendapat sorotan dari akun tiktok Twenty four Jabar.

Akun ini membuat sejumlah konten yang mengkritisi sejumlah dugaan masalah profesionalisme personel Polres Sukabumi dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur pemerintah dan negara. Mulai dari dugaan pungutan liar, penanganan perkara, hingga menyoroti persoalan ajudan pribadi Ketua Bhayangkari dan tudingan penyelewengan dana bantuan sosial.

Kepada awak media, Benny menegaskan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan maupun audit secara terbuka. Dia juga memastikan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga: Produktivitas Padi Sukabumi Ditargetkan Naik Hampir 2 Kali Lipat, Distan Perluas PM-AAS ke 47 Kecamatan

"Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Secara transparan dan teliti, dan siap diaudit. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal," kata Benny, pada Rabu (4/11/2026).

Benny mengatakan, pihaknya telah melaporkan informasi tersebut kepada pimpinan dan akan menempuh langkah hukum terhadap penyebaran konten yang dinilai sebagai berita bohong.

"Terkait informasi tersebut kami sudah melaporkan kepada pimpinan, dan kami pastikan informasi itu tidak benar. Langkah upaya yang kami lakukan, kami akan melaporkan terkait adanya pemberitaan hoaks yang tidak sesuai fakta ini demi menjaga institusi Polri dan program Bapak Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat," ujarnya.

Salah satu konten yang beredar menyoroti aktivitas Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi bersama seorang anggota Polisi Wanita (Polwan). Potongan gambar dalam video tersebut dinarasikan seolah-olah Ketua Bhayangkari memiliki ajudan pribadi yang bertugas membawakan tas.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Sukabumi Tembus 5,95 Persen, Bapperida Kawal Percepatan

Benny membantah narasi tersebut. Dia menjelaskan, kegiatan yang sebenarnya terjadi merupakan kunjungan sosial untuk menjenguk anggota Polwan Polres Sukabumi yang sedang sakit.

"Secara fakta, kegiatan tersebut murni kegiatan sosial kekeluargaan. Ada salah satu anggota Polwan Polres Sukabumi kondisinya sedang sakit, maka atas inisiatif Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi mengajak beberapa Polwan untuk menjenguk. Posisi yang digambarkan seakan-akan Ibu memiliki ajudan, itu tidak benar. Bahkan ada foto yang menggambarkan seakan-akan membawa tas," papar Benny.

Dia menjelaskan, anggota Polwan yang terlihat mendampingi Ketua Bhayangkari merupakan personel Satnarkoba Polres Sukabumi. Kehadirannya bersama sejumlah Polwan lainnya untuk membawa paket tali asih bagi anggota yang tengah menjalani perawatan. Untuk memperjelas persoalan tersebut, Benny juga memperlihatkan dokumentasi kegiatan secara utuh kepada awak media. 

Selain persoalan tersebut, akun anonim juga menyoroti kegiatan pembagian paket sembako kepada kaum dhuafa dan nelayan. Kegiatan sosial itu dituding menggunakan dana hasil penyelewengan maupun pemotongan anggaran internal Polres Sukabumi.

Baca Juga: Persib Kembali Lolos 16 Besar ACL Two, Ini Catatan Maung Bandung di Kompetisi Asia

Benny dengan tegas membantah tudingan tersebut. Dia memastikan bantuan yang disalurkan berasal dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarganya. "Bantuan sosial yang kami lakukan murni dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga kami yang disisihkan sebagai sedekah untuk masyarakat. Kalaupun ada pemberitaan yang menyatakan anggaran tersebut hasil korupsi atau pemotongan anggaran Polres, saya pastikan itu tidak benar dan saya siap untuk diperiksa. Komitmen kami tetap tegak lurus, polisi hadir untuk masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkini