Diduga Lapuk dan Terdampak Gempa, Rumah Janda Lansia di Surade Sukabumi Ambruk

Sukabumiupdate.com
Senin 14 Sep 2026, 16:48 WIB
Diduga Lapuk dan Terdampak Gempa, Rumah Janda Lansia di Surade Sukabumi Ambruk

Rumah milik Masriah (60), warga Kampung Warudoyong, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Minggu (13/9/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Rumah milik Masriah (60), janda lansia warga Kampung Warudoyong RT 004/RW 004, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter yang dihuni seorang diri oleh Masriah itu ambruk diduga akibat pelapukan material atap yang diperparah oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,5 sehari sebelum kejadian.

Pjs Kepala Desa Sukatani, Rimbayana, membenarkan kejadian tersebut usai meninjau lokasi bersama unsur muspika pada Senin (14/9/2026) pagi.

“Menurut keterangan warga, bangunan tiba-tiba ambruk sekitar pukul 05.00 WIB. Kondisi material bangunan pada bagian atap memang sudah mengalami pelapukan dan diduga juga berkaitan dengan kondisi pascagempa,” kata Rimbayana kepada sukabumiupdate.com, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (12/9/2026) tersebut turut menjadi perhatian dalam pengecekan lapangan. Namun, kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami pelapukan diduga menjadi faktor utama penyebab ambruknya rumah tersebut.

Baca Juga: Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa Hingga Sukabumi, BMKG Ungkap Penyebabnya

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Saat rumah ambruk, Masriah diketahui sedang berada di rumah anaknya yang masih berada di kampung yang sama.

"Saat atap dan dinding di dalam rumahnya ambruk, pemilik sedang tidak berada di lokasi. Korban kini dievakuasi dan tinggal sementara di rumah kerabatnya," tambah Rimbayana.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Muri, perangkat Desa Sukatani yang tinggal di sekitar lokasi. Laporan kemudian diteruskan kepada pemerintah desa dan petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Surade.

Evakuasi terhadap pemilik rumah dan barang-barang miliknya kemudian dilakukan bersama warga. Akibat peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Baca Juga: Siswi SMK Diduga Dilecehkan Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Saat PKL

Penanganan di lokasi melibatkan unsur pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, Satpol PP, serta relawan.

“Untuk sementara warga membantu melakukan gotong royong dan evakuasi material bangunan. Kami juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan, khususnya yang materialnya sudah lapuk,” ujar Rimbayana.

Pemerintah Desa Sukatani mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan bangunan yang kondisinya rawan atau mengalami kerusakan berat, guna mengantisipasi kejadian serupa.

Sebelumnya diberitakan, guncangan gempa bumi tektonik di wilayah Laut Jawa, utara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, terasa hingga ke wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi serta sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatra pada Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan parameter gempa ini dari magnitudo awal M5,9 menjadi M6,5 dengan kedalaman 368 km. Hasil pemodelan lindu tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berita Terkait
Berita Terkini