27 Tahun di Arab Saudi, Beti PMI Asal Kadudampit Sukabumi Tak Digaji dan Ditahan Majikan

Sukabumiupdate.com
Rabu 23 Sep 2026, 09:08 WIB
27 Tahun di Arab Saudi, Beti PMI Asal Kadudampit Sukabumi Tak Digaji dan Ditahan Majikan

Lukas, kakak Beti saat menunjukkan foto adiknya. (Sumber : SU/Asep Awaludin).

SUKABUMIUPDATE.com – Hampir 27 tahun berlalu, namun kerinduan Beti Sri Wahyuni (49) untuk kembali ke tanah kelahirannya di Sukabumi belum juga terwujud.

Perempuan asal Kampung Lebaksiuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, itu berangkat ke Arab Saudi pada Desember 1999 untuk bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Namun, perjalanan yang awalnya diharapkan dapat mengubah kehidupan keluarganya justru berujung pada nasib yang memprihatinkan. Selama hampir 27 tahun berada di Riyadh, Beti disebut tidak mendapatkan haknya sebagai pekerja dan hingga kini belum dapat kembali ke Indonesia.

Kakak Beti, Lukas (58), mengungkapkan bahwa sejak awal bekerja di rumah majikannya, sang adik tidak pernah menerima gaji secara layak.

Baca Juga: Lina Ruslinawati Serap Aspirasi Warga Gegerbitung, Jalan hingga Rutilahu Jadi Sorotan

Beti memang pernah mendapatkan gaji selama satu bulan. Namun, menurut cerita yang disampaikan kepada keluarga, uang tersebut kemudian kembali diminta oleh majikannya.

“Waktu itu, ini cerita dari adik saya itu, dia meminta gaji, dulu pernah dia diberi gaji itu cuman 1 bulan, itu pun dipinjam lagi, diambil lagi. Sampai sekarang tidak menerima lagi,” ujar Lukas, Selasa (22/9/2026).

Hak Gaji Tidak Dipenuhi dan Mau Pulang Ditahan

Selama bekerja, Beti disebut hanya mendapatkan kebutuhan dasar berupa makanan dan tempat tinggal di rumah majikannya. Sementara hak berupa upah disebut tidak diterimanya.

Baca Juga: Teror Sanca di Pasirdoton Sukabumi, Warga Evakuasi Ular 3,5 Meter dari Bekas Pabrik

Lebih dari itu, Beti juga tidak diperbolehkan pulang ke tanah air.

Kondisi tersebut membuat keluarga di Sukabumi kehilangan kabar mengenai keberadaan Beti selama bertahun-tahun. Bahkan, pada 2010, keluarga sempat mengira Beti telah meninggal dunia karena tidak pernah mendapatkan kabar darinya.

“Jadi keluarga sempat mengira sudah meninggal. Sudah tidak ada harap-harapan lagi gitu,” tutur Lukas.

Harapan keluarga kembali muncul setelah informasi mengenai keberadaan dan kondisi Beti tersebar melalui media sosial Facebook pada 2023. Informasi tersebut dibagikan oleh seorang PMI yang berada di Arab Saudi.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Sukabumi dan BPJS Cari Solusi Keberlangsungan UHC

Sejak saat itu, keluarga akhirnya kembali mendapatkan akses komunikasi dengan Beti. Namun, komunikasi tersebut hingga kini masih sangat terbatas.

Beti diketahui hanya dapat menghubungi keluarganya menggunakan telepon seluler milik temannya asal Filipina yang bekerja di tempat yang sama.

“Iya, terakhir komunikasi sama Beti kemarin malam Selasa itu. Dia pakai HP temannya orang Filipina,” ungkap Lukas.

Meski komunikasi sudah kembali terjalin, keluarga masih menghadapi persoalan besar bagaimana membawa Beti pulang setelah hampir tiga dekade berada di negeri orang.

Baca Juga: Kantongi 25 Paket Sabu di Saku Celana, Pria Sukabumi Ditangkap Polisi

Lukas mengatakan pihak keluarga kini terus berupaya memperjuangkan kepulangan Beti. Mereka telah berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan memantau proses penanganan melalui perwakilan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

Keluarga juga mengaku telah berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pihak penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Beti ke Arab Saudi.

“Saya juga pernah meminta pertanggungjawaban kepada PT Arsina,” paparnya.

Namun, upaya pemulangan Beti hingga kini belum membuahkan hasil. Salah satu kendala yang dihadapi disebut berkaitan dengan sikap dan kooperativitas pihak majikan di Arab Saudi.

Baca Juga: HGU PTPN Cikaso Tegalbuleud Habis, DPRD Sukabumi Tegaskan Kewajiban Pelepasan 20 Persen Lahan

Di tengah penantian panjang tersebut, keluarga hanya berharap ada campur tangan dan perhatian dari pihak-pihak terkait agar Beti dapat segera kembali ke Sukabumi.

Hampir 27 tahun telah berlalu sejak Beti meninggalkan rumah. Kini, keluarga hanya ingin satu hal: melihat Beti kembali berkumpul bersama keluarganya setelah puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai pekerja rumah tangga di negeri orang.

“Keinginan keluarga berharap kepada semua pihak untuk membantu, tolonglah untuk pemulangan adik saya. Karena dia sudah terlalu lama bekerja, diam di rumah orang. Kami sangat-sangat berharap dia dipulangkan secepatnya,” pungkas Lukas.

 

Berita Terkait
Berita Terkini