Adu Mulut Berujung Maut di Warudoyong Sukabumi, Pria Tewas dengan Luka Bacok

Adu Mulut Berujung Maut di Warudoyong Sukabumi, Pria Tewas dengan Luka Bacok

Ilustrasi jenazah. | Foto: Freepik

SUKABUMIUPDATE.com - Pria berinisial VR (32 tahun), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan di Jalan Caringin Ngumbang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Peristiwa yang diduga melibatkan sejumlah orang itu terjadi pada Jumat (6/11/2026) sekira pukul 21.30 WIB, tepatnya di depan sebuah perumahan.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli Bahtiarudin mengatakan korban sempat dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian, korban VR bersama seorang rekannya berinisial RF (33 tahun) mendatangi rumah perempuan berinisial W (40 tahun) di Jalan Caringin Ngumbang," ujar dia kepada sukabumiupdate.com pada Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga: Polisi Tegaskan Pembacok Bobotoh hingga Tewas di Bogor Bukan Suporter Bola

Kedatangan korban disebut untuk meminta maaf kepada perempuan tersebut. Belum diketahui bagaimana hubungan mereka. Namun, sesampainya di lokasi, terjadi adu mulut hingga adik wanita itu, berinisial WL, menegur korban.

“Korban datang dengan maksud meminta maaf, tapi kemudian terjadi cekcok hingga berujung perkelahian,” kata Ade.

Dalam situasi tersebut, korban dan WL terlibat perkelahian. Korban kemudian meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

"Warga menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan membawanya ke rumah salah seorang penduduk sebelum melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian," lanjut Ade.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukakarya bersama personel piket Polsek Warudoyong langsung mendatangi lokasi dan membawa korban ke RSUD R Syamsudin SH.

"Saat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, ditemukan luka bacok pada bagian punggung korban dengan panjang sekitar 10 sentimeter," ucapnya.

Polisi juga telah melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, dan mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Selain itu, polisi menghubungi pihak keluarga korban untuk meminta persetujuan pelaksanaan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap pelaku dan memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Ade.

Hingga kini, polisi masih mendalami dugaan penganiayaan tersebut. Sejumlah terduga pelaku dikabarkan telah ditangkap.

Berita Terkini