SUKABUMIUPDATE.com - Penyakit jantung sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang baru muncul ketika seseorang sudah berusia lanjut. Padahal, proses yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dapat mulai berkembang sejak usia muda, bahkan sebelum muncul gejala yang terasa, sementara kebiasaan hidup pada masa remaja dan dewasa awal dapat memengaruhi kesehatan jantung di kemudian hari.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan sesuatu yang baru perlu dilakukan setelah memasuki usia 40 atau 50 tahun. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana justru perlu diperhatikan sejak sekarang.
1. Terlalu Banyak Duduk dan Jarang Bergerak
Rutinitas kerja atau kuliah yang membuat seseorang duduk berjam-jam di depan komputer, kemudian menghabiskan waktu luang dengan bermain ponsel atau menonton, dapat membuat aktivitas fisik harian menjadi sangat sedikit.
Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Kurang bergerak dapat meningkatkan kemungkinan mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Digantikan Shayne Pattynama dan Rizky Eka
2. Sering Mengonsumsi Makanan Ultra-Proses
Makanan praktis memang memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi terlalu sering mengandalkan makanan tinggi garam, lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan makanan ultra-proses dapat kurang baik bagi kesehatan jantung.
Pola makan yang lebih banyak mengandung sayuran, buah, protein, lemak sehat, dan biji-bijian utuh, sekaligus membatasi makanan ultra-proses, gula tambahan, lemak jenuh, serta natrium. Asupan natrium yang berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah.
3. Merokok atau Menggunakan Produk Nikotin
Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang sudah jelas berkaitan dengan penyakit jantung. Paparan nikotin juga menjadi perhatian dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, termasuk pada pengguna rokok elektronik.
Paparan nikotin, termasuk rokok elektrik dan asap rokok orang lain, sebagai salah satu komponen kesehatan kardiovaskular. Karena itu, usia muda bukan alasan untuk mengabaikan kebiasaan merokok atau paparan nikotin.
4. Sering Begadang dan Kurang Tidur
Tidur sering dianggap sebagai bagian dari rutinitas yang bisa dikorbankan ketika pekerjaan atau aktivitas sedang padat. Padahal, tidur kini menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian kesehatan jantung.
Orang dewasa mendapatkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam untuk mendukung kesehatan kardiovaskular. Kurang tidur juga dapat berjalan bersamaan dengan masalah lain seperti pola makan yang kurang sehat dan kurang aktivitas fisik.
5. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis
Teh manis, soda, kopi dengan banyak gula, minuman kemasan, dan minuman berpemanis lainnya sering dikonsumsi tanpa dianggap sebagai bagian besar dari pola makan.
Padahal, konsumsi gula tambahan berlebihan dapat berkontribusi pada masalah kesehatan metabolik, termasuk peningkatan berat badan dan risiko diabetes. Diabetes sendiri merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Baca Juga: Lina Ruslinawati Serap Aspirasi Warga Gegerbitung, Jalan hingga Rutilahu Jadi Sorotan
6. Mengabaikan Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah
Merasa sehat bukan berarti tekanan darah, kolesterol, dan gula darah pasti berada dalam kondisi normal. Salah satu masalahnya, beberapa faktor risiko kardiovaskular dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas.
Tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sebagai bagian penting dari kesehatan jantung. Risiko penyakit kardiovaskular juga dinilai berdasarkan faktor-faktor tersebut bersama usia, kebiasaan merokok, fungsi ginjal, dan kondisi kesehatan lainnya.
7. Membiarkan Stres Berkepanjangan Tanpa Dikelola
Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, hubungan sosial, dan berbagai persoalan lainnya dapat membuat seseorang terus-menerus berada dalam kondisi stres.
Stres juga sering berjalan beriringan dengan kebiasaan lain yang kurang sehat, seperti kurang tidur, pola makan buruk, merokok, atau kurang bergerak. Karena itu, mengelola stres menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kebiasaan seperti terlalu banyak duduk, sering mengonsumsi makanan ultra-proses, merokok, kurang tidur, terlalu banyak minuman manis, mengabaikan pemeriksaan kesehatan, dan membiarkan stres tidak terkelola sebaiknya tidak terus dianggap sepele.
Menjaga kesehatan jantung sejak usia muda bukan tentang menunggu sampai muncul keluhan, tetapi membangun kebiasaan yang membantu menurunkan faktor risiko sejak sekarang.
Baca Juga: HGU PTPN Cikaso Tegalbuleud Habis, DPRD Sukabumi Tegaskan Kewajiban Pelepasan 20 Persen Lahan
Sumber: AHA















