SUKABUMIUPDATE.com - Dua ruang kelas di SDN Cibeureum, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya ambruk, kini hampir selesai direhabilitasi. Bangunan kelas 1 dan 2 yang sempat tak dapat digunakan untuk belajar itu mulai berdiri.
Perbaikan kedua ruang kelas dikerjakan lewat program Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Saat ini tinggal tersisa pemasangan pintu. Rehabilitasi itu menjadi tindak lanjut atas kondisi sekolah yang semula melaksanakan kegiatan belajar secara bergantian di ruangan lain.
Renovasi ini tercantum pada papan proyek bernama Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas dengan lokasi SDN Cibeureum, Kecamatan Tegalbuleud. Kegiatan nomor SPK 000.3.2/08-PPK/SPK/10898774000/DISDIK/2026 itu tertanggal 24 Juni 2026 dengan nilai Rp 278.599.000.
Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Sementara dananya bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan oleh CV Cipta Karya.
Baca Juga: Tiga Ruang Kelas SDN Cibeureum Sukabumi Rusak Parah, Siswa Belajar di Kantor Guru
Wakil Ketua Komite SDN Cibeureum, Maeng, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap kondisi sarana pendidikan ini. Ia berterima kasih kepada Bupati Sukabumi dan Disdik yang telah merealisasikan perbaikan ruang kelas yang ambruk dan sempat disorot.
“Terima kasih kepada Bupati Sukabumi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, yang telah merehabilitasi ruang kelas yang ambruk,” ujar Maeng kepada sukabumiupdate.com pada Kamis (20/8/2026).
Sebelumnya, Maeng mengatakan kondisi bangunan yang ambruk dan rusak berat untuk ruang kelas 3, membuat orang tua khawatir menyekolahkan anak mereka di SDN Cibeureum. Saat itu, jumlah siswa mencapai 127 orang, belum termasuk calon peserta didik baru tahun 2026/2027.
Dengan rehabilitasi yang hampir rampung, sekolah dan komite berharap kegiatan belajar mengajar tidak lagi terganggu dan tergantung pada pembagian waktu akibat keterbatasan ruang. Dua kelas yang ambruk itu segera kembali menjadi ruang belajar bagi siswa SDN Cibeureum.















