Oleh: Farid Gaban (Wartawan Senior)
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47%, katanya; lebih tinggi dari China, Korsel, Jepang dan Jerman.
Pertumbuhan ekonomi diukur dari GDP (Gross Domestic Product) yang melukiskan aktivitas ekonomi seluruh negeri. GDP Indonesia tinggi karena jumlah penduduknya besar.
Jika dibagi jumlah penduduk, rata-rata GDP Indonesia rendah. Peringkat GDP per kapita Indonesia tidak masuk bahkan 100 besar dunia pun. Boro-boro dibandingkan dengan Korsel atau Jepang. Tahun ini, GDP per kapita kita sudah disalip oleh Vietnam, negeri yang baru bangkit dari remah-remah perang.
Lebih dari itu, ekonomi Indonesia dicirikan oleh ketimpangan yang sangat tajam dan lebar.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Dijadwalkan Buka Pendaftaran CPNS 2026 November Ini
Harta 7 konglomerat Indonesia setara separo APBN.
Harta 50 orang terkaya Indonesia setara total harta 55 juta orang termiskin Indonesia.
Indonesia adalah negeri dengan pertumbuhan jumlah crazy rich tercepat di dunia. Jumlah orang dengan kekayaan lebih dari 1/2 triliun rupiah) diprediksi naik 82% dari 2025 hingga 20230.
Jika disebut ekonomi tumbuh, ekonomi siapa sebenarnya yang tumbuh?
Ekonomi orang kebanyakan, terutama yang paling miskin, justru makin surut ditimpa oleh bencana-bencana seperti banjir, longsor dan kebakaran hutan, termasuk di kebun-kebun sawit.
Orang termiskin membayar peningkatan ekonomi orang-orang terkaya.
















