SUKABUMIUPDATE.com - Pasar Bumi Pakuwon merupakan salah satu destinasi wisata budaya dan kuliner yang berada di kawasan persawahan Desa Wisata Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Berbeda dari pasar tradisional pada umumnya, pasar ini menghadirkan pengalaman berbelanja jajanan dan hasil bumi di tengah hamparan sawah terasering dengan suasana pedesaan yang asri.
Di lokasi ini pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan seni tradisional Sunda, mencicipi makanan khas desa, serta melihat berbagai produk hasil pertanian masyarakat setempat.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan sebuah kegiatan wisata yang memadukan kuliner, budaya, alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?
Salah satu daya tarik yang membuat Pasar Bumi Pakuwon berbeda adalah penggunaan alat tukar khusus bernama benggol.
Benggol merupakan kepingan kayu yang digunakan sebagai alat transaksi di area pasar. Setiap kepingnya memiliki nilai setara Rp5.000.
Jadi, pengunjung tidak langsung menyerahkan uang tunai kepada pedagang ketika membeli makanan atau produk yang dijual. Mereka terlebih dahulu menukarkan uang melalui sistem pembayaran yang disediakan panitia untuk mendapatkan benggol.
Menariknya, sistem ini juga menggabungkan tradisi dengan teknologi keuangan modern. Pengunjung dapat menukarkan uang melalui QRIS untuk memperoleh kepingan benggol.
Setelah transaksi, pedagang menyerahkan kembali benggol kepada panitia untuk ditukar menjadi saldo digital.
Benggol, alat tukar di Pasar Bumi Pakuwon Majalengka
Selain itu, Pasar Bumi Pakuwon menjadi tempat yang menarik bagi pecinta kuliner tradisional. Berbagai jajanan dan makanan khas rumahan dijajakan oleh masyarakat setempat.
Banyak makanan tradisional yang dijajakan di sini mulai dari Lemper, Bugis, Klepon, Onde-onde, Serabi, Getuk, Kue cucur, Tape, Dodol dan banyak lagi.
Selain makanan siap santap, pengunjung juga bisa menemukan hasil bumi dan produk lokal, seperti pisang, sirsak, sayuran, serta berbagai olahan rumahan.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Cireunghas dan Gegerbitung, Curug Pameungpeuk hingga Curug Luhur
Tidak hanya menawarkan kuliner, Pasar Bumi Pakuwon juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian dan tradisi masyarakat Sunda.
Dalam beberapa penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari tradisional, termasuk tari topeng, yang ditampilkan di tengah suasana persawahan.
Bagi yang suka wisata alam, Pasar Bumi Pakuwon juga memiliki keunggulan dari segi lokasi. Kegiatan pasar berlangsung di tengah kawasan persawahan terasering yang menjadi salah satu daya tarik Desa Wisata Bantaragung.
Pengunjung dapat menikmati hamparan sawah berundak, suasana pedesaan, serta udara yang relatif sejuk. Pemandangan tersebut juga menjadi latar menarik untuk berfoto.
Lokasi Pasar Bumi Pakuwon
Pasar Bumi Pakuwon berada di kawasan Sawah Pakuwon, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.
Lokasinya berada di kawasan wisata Ciboer Pass, yang dikenal memiliki pemandangan persawahan terasering dengan latar perbukitan dan kawasan Gunung Ciremai.
Sejarah dan awal mula Pasar Bumi Pakuwon
Pasar Bumi Pakuwon sendiri bukan pasar tradisional yang terbentuk secara alami seperti pasar rakyat pada umumnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi pengembangan Desa Wisata Bantaragung.
Sejak pertama diadakan pada Oktober 2024, kegiatan ini menjadi magnet wisata sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kuliner, hasil pertanian, dan kesenian lokal.
Pengelolaannya melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, petani, dan pemerintah desa.
Konsep pasar ini berangkat dari upaya menghidupkan potensi desa melalui tradisi dan kearifan lokal.
Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan alam, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat Bantaragung.
Jadwal penyelenggaraan Pasar Bumi Pakuwon
Pasar Bumi Pakuwon bukan pasar yang beroperasi setiap hari. Kegiatan ini merupakan festival budaya bulanan yang biasanya digelar pada hari Sabtu.
Pasar tersebut umumnya diselenggarakan pada Sabtu pekan kedua atau ketiga setiap bulan. Sementara itu, sejumlah pengumuman acara pada 2026 menunjukkan jadwal yang dapat berubah mengikuti agenda penyelenggara.
Untuk mengetahui jadwal pasti pasar ini bisa memantaunya melalui media sosial resmi dinas wisata setempat.
Itulah ulasan mengenai Pasar Bumi Pakuwon, salah satu destinasi wisata unik yang ada di Majalengka.
















