SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan penghubung antara Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, warga yang berada di Kampung Pasirbentik RT 01 RW 01, Desa Bojonggaling, tidak dapat melintas.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bojonggenteng, Siti Nuraeni, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ambruknya jembatan diduga akibat konstruksi bagian bawah tergerus arus air deras hingga menjadi rapuh dan akhirnya runtuh.
"Dugaan penyebabnya konstruksi jembatan tergerus air deras sehingga bagian bawah jembatan menjadi rapuh dan mengakibatkan jembatan ambruk," ujarnya dalam laporan kejadian, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Urai Kepadatan Libur Akhir Pekan, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin di Jalur Wisata Sukabumi
Akibat peristiwa tersebut, akses penghubung antara Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas terputus sehingga aktivitas warga terganggu. Tidak ada laporan warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Usai menerima laporan, P2BK Bojonggenteng berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan asesmen di lokasi. Penanganan melibatkan Kecamatan Bojonggenteng, perangkat Desa Bojonggaling dan Desa Cibodas, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan Bareta, serta masyarakat setempat.
"Saat ini material jembatan yang ambruk masih dalam proses evakuasi. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan mendung," katanya.
Baca Juga: Pasca Insiden Bocah Tenggelam, Tepi Sungai Cicatih di Ciambar Akan Dipasang Pagar Pengaman
Pada Sabtu (4/7/2026), warga bersama unsur terkait bergotong royong membangun jembatan sementara agar akses masyarakat dapat kembali digunakan. Berdasarkan informasi dari P2BK Bojonggenteng, proses kerja bakti diawali dengan pembuatan jembatan sementara dan dilanjutkan uji coba lantai dasar sebelum nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga.
P2BK mencatat kebutuhan mendesak untuk penanganan awal berupa bronjong serta material pembangunan jembatan. "Sementara itu, nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses kajian," pungkasnya.




