Antisipasi Pelajar Titipan, Disdikbud Kota Sukabumi: SPMB 2026 Berbasis Aplikasi

Sukabumiupdate.com
Senin 18 Mei 2026, 12:35 WIB
Antisipasi Pelajar Titipan, Disdikbud Kota Sukabumi: SPMB 2026 Berbasis Aplikasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi (Sumber: dok sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran mendatang. Persiapan tersebut diawali dengan sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk pelaksanaan SPMB jenjang SMA/SMK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan untuk jenjang TK, SD, dan SMP sederajat, pihaknya masih melakukan konsolidasi terkait kesiapan pelaksanaan sistem tersebut.

“Ya, tadi baru saja dilakukan sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk SPMB jenjang SMA/SMK. Untuk SPMB jenjang TK, SD, SMP, sederajat, kita akan mencoba melakukan konsolidasi terlebih dahulu terkait dengan kesiapan,” ujar Novian kepada sukabumiupdate.com, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Menurutnya, tahapan persiapan akan diawali dengan audiensi bersama DPRD dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya sebelum dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Diawali dengan audiensi DPRD, audiensi para pemangku kepentingan lainnya, dan setelah itu, kita coba lakukan proses sosialisasi yang sama seperti pemerintah provinsi,” katanya.

Novian menjelaskan, sistem penerimaan murid baru nantinya akan berbasis aplikasi dengan empat jalur seleksi, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. “Jadi ada empat proses seleksi yang akan kita lakukan di sistem penerimaan murid baru nanti,” ucapnya.

Baca Juga: Syarat dan Cara Ikut, Open Recruitment UMKM Naik Kelas Kabupaten Sukabumi

Sementara terkait jadwal pembukaan pendaftaran, Novian menyebut pihaknya masih akan menyampaikan secara resmi dalam waktu dekat. “Oh, pastinya nanti ya, jadwalnya akan kita coba sampaikan,” katanya.

Disinggung soal antisipasi praktik “siswa titipan” yang kerap menjadi sorotan setiap musim penerimaan peserta didik baru, Novian menegaskan sistem berbasis aplikasi dengan empat jalur seleksi tersebut diharapkan dapat meminimalisasi potensi kecurangan.

“Antisipasi siswa titipan, ya tentunya apa yang akan kita lakukan di SPMB berbasis aplikasi melalui empat seleksi tadi,” ujarnya.

Baca Juga: Bapperida Optimistis 31 Desa Wisata Mampu Dongkrak Ekonomi Warga Sukabumi

Sementara itu, Ayep Zaki mengakui dalam pelaksanaan SPMB sebelumnya masih ditemukan sejumlah praktik kecurangan. Namun, ia memastikan pemerintah daerah berupaya mencegah hal serupa kembali terjadi pada penerimaan siswa baru tingkat SD dan SMP tahun ini.

“SPMB beberapa kali terjadi kecurangan. Insyaallah untuk penerimaan siswa baru SD dan SMP nggak ada lagi,” kata Ayep.

Menurutnya, langkah pencegahan dilakukan melalui sistem yang lebih transparan dan pengawasan yang diperketat. “Pencegahannya transparansi yang kita laksanakan dan saya sudah arahkan kepala dinas,” tandasnya. (adv)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini