Kerugian Ditaksir Rp200 Juta, Api Hanguskan Kobong dan Madrasah Ponpes di Tegalbuleud

Sukabumiupdate.com
Senin 18 Mei 2026, 09:18 WIB
Kerugian Ditaksir Rp200 Juta, Api Hanguskan Kobong dan Madrasah Ponpes di Tegalbuleud

Kebakaran yang melanda kobong dan madrasah Pondok Pesantren Nurul Iman di Tegalbueud Sukabumi pada Minggu 17 Mei 2026. (Sumber : foto P2BK Tegalbuleud.)

SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan kobong (asrama santri) sekaligus madrasah Pondok Pesantren Nurul Iman milik Ustadz Engkus (40) di Kampung Cilame RT 22/RW 06, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 17 Mei 2026, sekira pukul 16.00 WIB.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, mengungkapkan bahwa pihaknya segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari warga pada sore hari tersebut.

“Pada pukul 16.00 WIB kami mendapatkan informasi telah terjadi kebakaran kobong atau madrasah milik Ustadz Engkus di Kampung Cilame Desa Buniasih. Setelah menerima laporan, kami langsung berangkat ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” ujar Noris kepada Sukabumiupdate.com, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap dengan Artinya

Menurut keterangan saksi bernama Suherli, api pertama kali diketahui saat dirinya sedang mencuci motor dan melihat kobaran api sudah membesar di bagian bangunan. Ia kemudian meminta bantuan warga untuk memadamkan api.

“Warga bersama petugas berjibaku memadamkan api dan sekitar satu setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan,” katanya.

Bangunan yang terbakar diketahui merupakan kobong dan madrasah dua lantai berukuran sekitar 13 x 15 meter. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik kobong, Ustadz Engkus, mengalami luka ringan setelah terjatuh dari lantai dua saat berupaya memadamkan api.

Baca Juga: Gempa Tektonik M4,7 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

Selain bangunan, sejumlah barang ikut hangus terbakar di antaranya 10 meja, 30 kursi, bangunan lantai dua berbahan kayu, jendela, kaca kobong, alat tulis santri, tempat tidur santri, hingga padi sebanyak 1,5 ton.

“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta,” ungkap Noris.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 54 orang terdampak. Rinciannya 20 santriwati, 30 santri, dan satu kepala keluarga berjumlah empat orang mengungsi ke rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Upaya penanganan dilakukan dengan mendatangi lokasi, membantu korban kebakaran, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, Damkar Jampang Surade, Kasi Trantib, Babinsa, Satpol PP, Tagana dan unsur terkait lainnya.

Baca Juga: Rayakan Kemenangan Persib atas PSM, Ribuan Bobotoh Padati Jalan A Yani Kota Sukabumi

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Kobong sekaligus madrasah Pondok Pesantren Nurul Iman. Kepala Desa Buniasih, Badrudin mengatakan, api pertama kali muncul dari bagian atap kobong sebelum merembet ke bangunan madrasah dan dapur rumah pimpinan pondok pesantren milik Ustad Engkus (40).

Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari kobong lantai dua. Saat kejadian, kondisi pondok pesantren sedang kosong dari aktivitas santri karena sekitar 54 santri dan santriwati belum berada di lokasi.

 

Berita Terkait
Berita Terkini