Wakil Kepala BGN Sebut Sukabumi jadi Daerah Penyumbang Masalah MBG Terbanyak!

Sukabumiupdate.com
Rabu 13 Mei 2026, 10:54 WIB
Wakil Kepala BGN Sebut Sukabumi jadi Daerah Penyumbang Masalah MBG Terbanyak!

Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN saat melakukan Sidak di salah satu SPPG di wilayah Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Instagram Nanik-Deyang)

SUKABUMIUPDATE.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, menyebut wilayah Sukabumi menjadi salah satu daerah dengan laporan permasalahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Indonesia.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan sering dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sukabumi. Hal itu diungkapkan Nanik melalui akun Instagram pribadinya, @Nanik_Deyang, usai melakukan sidak di salah satu SPPG di Sukabumi pada Rabu malam (6/5/2026).

“Saya bersama tim, ditambah tim Pak Wapres, meluncur ke Sukabumi untuk melihat dapur/SPPG secara random. Kenapa kita (BGN) pilih Sukabumi? Karena di Sukabumi termasuk yang paling sering ada masalah, baik gangguan pencernaan maupun adanya binatang seperti ulat, belatung, dll,” tulis Nanik.

Baca Juga: Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Berdasarkan pantauan sukabumiupdate.com di akun Instagram Nanik, dalam satu malam setidaknya terdapat tiga unggahan kegiatan sidak yang dilakukan di tiga SPPG berbeda di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Selama proses sidak, Nanik menemukan sejumlah persoalan yang hampir serupa di setiap SPPG yang didatangi. Permasalahan tersebut meliputi aspek higienitas, minimnya alat penunjang, mekanisme pengolahan bahan makanan, hingga adanya kepala SPPG yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Dari sisi peralatan juga tidak punya chiller, tidak punya steam ompreng, jadi ya gimana ya? Jadi jangan ngimpi SPPG ini punya peralatan pengupas telur, vacuum, dll,” kata dia.

“Dari sisi manajemen SOP memasak juga mengkhawatirkan. Ayam selesai dicuci pukul 9, akan dimarinasi, dan karena tidak punya chiller maka setelah dimarinasi akan disimpan di ruang yang satu-satunya ada AC,” ucapnya.

Sejumlah catatan pun diberikan sebagai teguran keras kepada setiap SPPG agar segera melakukan evaluasi menyeluruh sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Berita Terkait
Berita Terkini