Disdik Sukabumi Mulai Persiapan Awal Jelang SPMB Tahun Ajaran 2026/2027

Sukabumiupdate.com
Selasa 20 Jan 2026, 21:37 WIB
Disdik Sukabumi Mulai Persiapan Awal Jelang SPMB Tahun Ajaran 2026/2027

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena. (Sumber : SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mulai melakukan persiapan awal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Persiapan tersebut dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya proses pembelajaran semester berjalan serta menunggu kepastian regulasi terbaru.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih memantau perkembangan aturan yang kemungkinan mengalami perubahan. Meski demikian, Disdik tetap melakukan langkah-langkah persiapan untuk tahun ajaran selanjutnya.

“Pasti lah, nanti kita sedang persiapan. Karena aturannya mungkin sempat ada perubahan, kita masih menunggu regulasi. Hari ini juga masih dalam proses pembelajaran semester genap,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Pulang Main dari Sungai, Kaki Bocah 5 Tahun di Palabuhanratu Ini Tiba-tiba Terborgol

Dalam pelaksanaan SPMB, Deden menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang Disdik adalah memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan hak pendidikan. Upaya tersebut juga sejalan dengan target menekan angka putus sekolah di Kabupaten Sukabumi.

“Pada prinsipnya semua yang berusia sekolah harus masuk sekolah. Wajib belajar itu kita dorong, termasuk menekan angka putus sekolah,” katanya.

Menurut Deden, bagi anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan formal reguler, termasuk yang sudah masuk pesantren atau belum pernah bersekolah sama sekali, Disdik tetap mendorong agar mereka mendapatkan layanan pendidikan formal melalui jalur alternatif seperti PKBM dan program paket.

Baca Juga: Disdik Sukabumi Fokus Proyeksikan Infrastruktur dan Rehabilitasi Sekolah di 2026

“Target kita Sukabumi bebas wajib belajar 13 tahun. Ditambah hari ini ada program pemerintah tentang wajib belajar satu tahun prasekolah, itu juga menjadi prioritas sosialisasi,” jelasnya.

Terkait evaluasi pelaksanaan SPMB sebelumnya, Deden menyebutkan bahwa hingga saat ini evaluasi secara menyeluruh belum dilakukan dan akan dibahas dalam rapat tersendiri ke depan.

Untuk jalur penerimaan, Disdik Kabupaten Sukabumi masih melakukan penyiapan, terutama berkaitan dengan penetapan rombongan belajar (rombel). Penetapan rombel dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan SPMB agar tidak terjadi perubahan yang signifikan di tengah proses.

“Penetapan rombel ini akan berkaitan erat dengan SPMB, supaya ada kesesuaian antara yang ditetapkan di awal dengan pelaksanaannya,” ujarnya.

Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Terapung di Laut Cibuaya Sukabumi, Diduga Warga Asal Jakarta

Disdik juga akan melakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk jika nantinya terdapat aturan baru dalam pelaksanaan SPMB. Saat ini, fokus utama masih diarahkan pada penyediaan rombel dan kesiapan sarana prasarana sekolah.

Deden menambahkan, program Revit dari pemerintah pusat dinilai sangat membantu dalam mendukung kesiapan sekolah, khususnya dalam penanganan sarana prasarana yang mengalami kerusakan, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Menjelang tahun ajaran baru, Deden mengimbau para orang tua untuk mulai mempersiapkan anak-anaknya dan memastikan mereka mendapatkan pendidikan tanpa membeda-bedakan pilihan satuan pendidikan.

“Kami berupaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan kurikulum. Orang tua harus menyekolahkan anak-anaknya, bisa di SMP, tsanawiyah, pesantren, atau di mana pun, yang penting anak-anak mendapatkan hak pendidikannya,” pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini