Penyedia Jasa Sebut Ada Faktor Lain di Balik Terhentinya Proyek Masjid Cisayar

Sukabumiupdate.com
Senin 18 Mei 2026, 11:36 WIB
Penyedia Jasa Sebut Ada Faktor Lain di Balik Terhentinya Proyek Masjid Cisayar

Bangunan Masjid Al Afghani di Cisayar, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang disorot usai mangkrak. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Penyedia jasa proyek lanjutan pembangunan Masjid Al Afghani Cisayar di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, angkat bicara terkait belum rampungnya pembangunan masjid yang hingga kini menjadi sorotan masyarakat.

Perwakilan CV Arzanka Putra Wijaya, perusahaan yang tercatat sebagai pemenang tender lanjutan pembangunan Masjid Cisayar Tahun Anggaran 2022, menyebut terhentinya proyek bukan semata disebabkan persoalan teknis pekerjaan.

Menurutnya, terdapat faktor lain yang menyebabkan pembangunan masjid tersebut tidak dapat diselesaikan hingga saat ini.

“Sebetulnya ada faktor lain sehingga menyebabkan tidak terselesaikannya proyek tersebut,” ujar perwakilan perusahaan kepada sukabumiupdate.com, Senin (18/5/2026). Meski demikian, pihak perusahaan tidak menjelaskan secara rinci faktor yang dimaksud.

Dalam keterangannya, pihak CV juga mengaku tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan teknis pembangunan proyek tersebut. Mereka menyebut keterlibatan perusahaan hanya sebatas peminjaman nama perusahaan atau “pinjam bendera”.

“Kalau kami dari CV hanya sebatas dipinjam bendera saja,” katanya.

Baca Juga: Telan APBD Rp3,6 Miliar Sejak 2021, Kenapa Masjid Cisayar Terbengkalai?

Pihak CV juga membenarkan bahwa proyek pembangunan Masjid Cisayar yang berjalan sejak 2021–2022 hingga kini memang belum tuntas. “Iya betul, wanprestasi,” ujarnya saat ditanya mengenai kondisi proyek yang belum selesai.

Terkait sorotan masyarakat yang menilai pembangunan Masjid Cisayar mangkrak juga diakui pihak perusahaan. Bahkan, mereka mengaku telah mengambil langkah dengan melayangkan somasi kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab.

“Saya setuju dan saya pun baru-baru ini membuat surat somasi terhadap orang yang bersangkutan,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait progres pekerjaan yang telah diselesaikan dari anggaran miliaran rupiah yang telah dikucurkan pemerintah daerah, pihak perusahaan mengaku tidak mengetahui secara detail.

“Saya detail kurang tahu, karena saya sama sekali tidak terlibat, hanya sebatas pinjam bendera saja,” katanya.

Pihak penyedia jasa juga mengaku tidak lagi mengingat detail pelaksanaan proyek, termasuk kemungkinan kendala pencairan anggaran maupun perubahan perencanaan karena waktu pelaksanaan yang sudah cukup lama.

“Karena waktunya sudah lama jadi saya tidak begitu ingat detailnya,” ujarnya.

Baca Juga: Syarat dan Cara Ikut, Open Recruitment UMKM Naik Kelas Kabupaten Sukabumi

Meski pembangunan terhenti, berdasarkan komunikasi terakhir yang diterima perusahaan, proyek Masjid Cisayar disebut masih akan dilanjutkan melalui skema penganggaran berikutnya.

“Informasi dari orang yang bersangkutan akan dilanjut dengan mekanisme menunggu anggaran tahun selanjutnya,” katanya.

Sebelumnya, pembangunan Masjid Al Afghani Cisayar dilakukan dalam dua tahap menggunakan APBD Kabupaten Sukabumi. Tahap pertama dilaksanakan pada 2021 melalui paket Pembangunan Gedung Sarana Keagamaan Masjid Al-Afgani Cisayar dengan pagu Rp1,94 miliar, saat itu perusahaan penyedia jasa yang terlibat adalah CV Fahriza.

Selanjutnya pada 2022 dilakukan pembangunan lanjutan melalui paket Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan) dengan pagu Rp1,88 miliar. Total pagu anggaran pembangunan masjid tersebut mencapai Rp3,6 miliar.

Namun hingga Mei 2026, seperti pantauan sukabumiupdate.com, bangunan masjid yang berdiri di tepi Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten itu belum rampung dan belum difungsikan untuk aktivitas ibadah masyarakat. Sejumlah bagian interior masih terlihat belum tuntas dan area sekitar bangunan tampak minim aktivitas bahkan tumbuh rumput setinggi lutut.

Berita Terkait
Berita Terkini