SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Pada 10 hari pertama bulan ini, berbagai amalan sunnah dianjurkan untuk dilakukan, termasuk puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Puasa sunnah ini termasuk ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai pahala yang besar. Di antara hari-hari tersebut, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah menjadi amalan yang paling banyak diamalkan umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Puasa Arafah. Puasa ini memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk persiapan diri dan penyucian hati menjelang hari Arafah.
Meski hukumnya sunnah, banyak umat Islam berlomba-lomba menjalankannya demi meraih pahala tambahan di bulan penuh keberkahan ini. Puasa Tarwiyah juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain menahan lapar dan haus, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan lainnya selama menjalankan puasa sunnah ini.
Baca Juga: Raih Banyak Keutamaan! 5 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah Menjelang Idul Adha
Keutamaan Puasa Arafah
Puncak keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah terjadi pada Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Keutamaan Puasa Arafah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan Puasa Arafah. Dengan pahala yang luar biasa ini, tidak heran jika puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinantikan umat Muslim di seluruh dunia.
Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui Puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil. Selain itu, puasa ini juga menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.
Melaksanakan puasa Dzulhijjah bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Bulan ini menjadi momen untuk memperbanyak amal kebaikan, mempertebal keimanan, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, menjalankan puasa sunnah dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Selain puasa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.
Dengan mengetahui keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, diharapkan umat Muslim dapat lebih semangat memanfaatkan momen bulan Dzulhijjah untuk meraih pahala dan keberkahan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap dengan Artinya
Sumber: Baznas



