Warga Keluhkan Selokan Bau dan Berubah Warna, Limbah Diduga dari SPPG Purwasedar Ciracap

Sukabumiupdate.com
Minggu 15 Mar 2026, 19:47 WIB
Warga Keluhkan Selokan Bau dan Berubah Warna, Limbah Diduga dari SPPG Purwasedar Ciracap

Potret limbah pembuangan produksi yang diduga berasal dari SPPG Purwasedar, dileuhkan warga karena berbau.. (Sumber : Dok warga).

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Tajur Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menyoroti limbah pembuangan produksi yang diduga berasal dari SPPG Purwasedar yang dialirkan ke selokan dekat permukiman warga.

Salah seorang warga, HR (40 tahun), mengatakan limbah tersebut selama ini dibuang melalui saluran pipa yang bermuara ke selokan yang berada tidak jauh dari rumah warga. Kondisi itu kemudian menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan air selokan berubah warna.

“Airnya jadi berubah warna dan menimbulkan bau. Selokan itu juga sering dimanfaatkan warga,” ujar HR kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, warga sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua RT setempat. Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada Pemerintah Desa Purwasedar.

Baca Juga: Ban Slip akibat Hujan, Mobil Karimun Terguling Tabrak Guardrail di Tol Bocimi KM 68

“Kami sudah melaporkan ke ketua RT dan juga ke pihak Pemdes Purwasedar. Informasinya pihak desa juga sudah mengecek langsung ke lokasi,” katanya.

HR menambahkan, limbah yang mengalir ke selokan tersebut bahkan disebut telah mencemari kolam ikan milik warga di sekitar lokasi. “Bahkan limbahnya sampai mencemari kolam ikan warga,” ucapnya.

Ia berharap pihak SPPG Purwasedar segera mengambil langkah untuk memperbaiki sistem pembuangan limbah agar tidak lagi berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat.

“Kami mohon kepada pihak SPPG supaya segera memperbaiki pembuangan limbahnya,” kata HR.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Purwasedar, Gilang Rama Maulana, mengatakan pihaknya telah menemui pemerintah desa untuk membahas persoalan tersebut.

“Kami sudah menemui pihak desa dan sudah dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk sementara aktivitas dapur SPPG Purwasedar selama bulan Ramadhan tidak melakukan proses memasak karena menu yang disiapkan berupa makanan kering.

Baca Juga: Dampak Gempa M4,2 Sukabumi: Rumah Warga di Sukalarang dan Simpenan Alami Kerusakan

“Selama bulan Ramadhan dapur tidak memasak karena menunya makanan kering,” jelas Gilang.

Namun demikian, menurut Gilang pihaknya masih menyelidiki sumber pasti limbah yang mengalir ke saluran tersebut. Pasalnya, menurut dia, saluran pembuangan itu juga digunakan sebagai pembuangan umum dari beberapa tempat lain.

“Kami juga sedang menyelidiki asal muasal pembuangan itu, karena di situ juga merupakan pembuangan umum dari tempat lain,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini