SUKABUMIUPDATE.com - Pengelolah SPPG Cibeureum di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi akan melakukan perbaikan sistem pengelolaan air limbah.
Sistem IPAL dapur MBG ini dikeluhkan warga setempat karena diarahkan ke saluran air lingkungan dan irigasi pertanian.
Kepala SPPG Cibeureum, Asep Jindan, mengatakan perbaikan dilakukan kurang dari 1x24 jam setelah adanya laporan mengenai limbah tersebut.
Baca Juga: Muhibah Ramadan di Sagaranten, Bupati & Ketua DPRD Sukabumi Salurkan Sembako dan Santunan
“Pertama benar adanya pembuangan limbah tersebut. Akan tetapi kami dari pihak dapur sudah memperbaiki, bahkan 1x24 jam ketika ada laporan kami sudah melakukan perbaikan,” ujar Asep saat memberikan keterangan kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, secara administrasi dapur tersebut telah memiliki perizinan yang diperlukan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) serta izin lingkungan dari instansi terkait.
Selain itu, fasilitas pengolahan limbah juga telah tersedia di dapur tersebut.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar: Boikot Produk Pro-Israel Bukan Solusi, Umat Justru Rugi 2 Kali
“Kami juga sudah mengantongi izin NIB dan izin lingkungan. IPAL di dapur kami juga ada, hanya saja saringannya sempat jebol dan saat ini sedang diperbaiki,” katanya.
Menurut Asep, perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) diperkirakan rampung sekitar satu minggu setelah libur Lebaran. Saat ini dapur tidak beroperasi karena masa libur.
Ia juga memastikan bahwa pipa paralon berukuran kecil yang sebelumnya digunakan tidak akan dipakai kembali.
Baca Juga: 60 Karya Lolos Kurasi, Juara Sayembara Logo HUT ke-112 Kota Sukabumi Segera Diumumkan
“Paralon yang kecil nanti tidak akan dipakai lagi,” tambahnya.
Asep menuturkan, dapur tersebut juga masih tergolong baru beroperasi, yakni sekitar tiga minggu. Dalam operasionalnya, sebagian besar kegiatan memasak masih bersifat kering, sementara masakan basah hanya dilakukan satu hari dalam periode tertentu.
“Dapur kami baru berjalan sekitar tiga minggu. Itu pun kebanyakan masak kering dan hanya satu hari masak basah, sehingga limbahnya juga tidak terlalu berdampak,” jelasnya.
Pihak pengelola memastikan akan terus melakukan evaluasi agar pengelolaan limbah dapur tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.




