Penjelasan SPPG soal Menu Ikan Nila MBG yang Masih Berdarah-darah di Kota Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Rabu 11 Mar 2026, 21:41 WIB
Penjelasan SPPG soal Menu Ikan Nila MBG yang Masih Berdarah-darah di Kota Sukabumi

Dua ekor ikan nila mentah, dalam daftar isian paket MBG ramadan SMPN 1 Kota Sukabumi (Sumber Foto: Dok. warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Viral di grup WhatsApp warga Kota Sukabumi terkait keluhan penerima manfaat mengenai kondisi ikan nila marinasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan. Menanggapi hal tersebut, pihak penyedia dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikole Cisarua 2 memberikan klarifikasi teknis guna meluruskan anggapan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi.

Sebelumnya, beredar narasi di masyarakat yang menyebut menu ikan nila mentah itu tampak berdarah-berdarah dan lembek, yang memicu kekhawatiran terkait keamanan pangan bagi para siswa di SMPN 1 Kota Sukabumi.

Pengelola dapur SPPG Cikole Cisarua 2, Annisa, menjelaskan bahwa penampakan ikan tersebut merupakan konsekuensi dari proses pengawetan alami dan metode pengemasan yang diterapkan sebelum ikan dimasak.

“Secara teknis, ikan nila yang disajikan dalam menu MBG melalui beberapa tahapan pengolahan sebelum sampai kepada penerima manfaat, yakni proses marinasi, pengemasan vakum, penyimpanan dingin, hingga pencairan (thawing) sebelum dimasak,” ujar Annisa kepada sukabumiupdate.com, Rabu (11/3/2026). 

Baca Juga: MBG Ikan Nila Mentah Berdarah-darah di Kota Sukabumi, Berakhir Disambar Kucing

Pada tahap marinasi, lanjut Annisa, ikan direndam dalam bumbu yang umumnya mengandung garam dan bahan perasa. Proses ini membuat bumbu meresap sekaligus membantu menekan pertumbuhan bakteri. Setelah itu ikan dikemas menggunakan metode vakum untuk mengeluarkan udara dari kemasan sehingga oksidasi dan pertumbuhan mikroba dapat diminimalkan.

Selanjutnya, ikan kemudian disimpan dalam suhu dingin guna menjaga kualitas dan keamanan pangan hingga waktu pengolahan. Dalam proses tersebut, Tia menjelaskan bahwa perubahan tekstur pada ikan merupakan hal yang wajar. Saat ikan yang telah didinginkan atau dibekukan dicairkan kembali, struktur sel pada daging ikan dapat mengalami perubahan sehingga teksturnya menjadi lebih lembut atau sedikit lembek dibandingkan ikan segar yang baru dipanen.

“Selain itu, saat proses pencairan juga dapat muncul cairan dari dalam daging ikan. Cairan tersebut merupakan campuran air alami, protein, dan mineral yang keluar akibat perubahan struktur sel selama proses pendinginan,” kata dia.

Baca Juga: Kepala SPPG Lembursitu 2 Tanggapi Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Pangan MBG di Sukabumi

Dengan demikian, kondisi ikan yang terlihat sedikit lebih pucat, lembut, atau mengeluarkan cairan setelah proses penyimpanan dingin bukan serta-merta menandakan ikan tersebut rusak, selama rantai penyimpanan dan pengolahan tetap terjaga dengan baik.

“Kami memastikan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program MBG tetap melalui standar penanganan pangan, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ucapnya.

Meski demikian, pihak pengelola juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap proses distribusi dan penyajian makanan agar kualitas menu yang diterima masyarakat tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Berita Terkait
Berita Terkini