Banyak Sampah Berserakan di Palabuhanratu, DLH Sukabumi: Butuh 500 Unit Armada Tambahan

Sukabumiupdate.com
Jumat 13 Feb 2026, 11:41 WIB
Banyak Sampah Berserakan di Palabuhanratu, DLH Sukabumi: Butuh 500 Unit Armada Tambahan

Truk sampah - Kekurangan armada menjadi pekerjaan rumah soal kebersihan lingkungan di Kabupaten Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com - Masalah tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Pantai Patuguran hingga sepanjang Jalan Siliwangi, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terus menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, angkat bicara mengenai kendala teknis dan kondisi armada yang ada saat ini.

Nunung menjelaskan bahwa petugas melalui Korwil Palabuhanratu sebenarnya rutin melakukan pengangkutan. Namun, munculnya "sampah liar" atau sampah dari pihak yang belum bekerja sama resmi dengan DLH seringkali menjadi penyebab penumpukan.

"Kalau sampah yang rutin dan sudah kerja sama dengan kita, insyaallah terangkut. Masalahnya ada sampah liar yang mengakibatkan berserakan. Itu tetap kita angkut, tapi harus menunggu setelah pelayanan rutin yang kita layani," ujar Nunung kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (13/02/2026).

Baca Juga: Libur 3 Hari di Awal Ramadan 2026, Ini Skema Pembelajaran Sekolah Selama Bulan Suci

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kondisi armada yang sangat terbatas. Saat ini, DLH Kabupaten Sukabumi hanya memiliki 54 unit truk sampah (termasuk 2 unit pengadaan baru) untuk melayani seluruh wilayah kabupaten yang sangat luas.

Angka 54 unit dinilai masih jauh dari kata ideal jika dibandingkan dengan jumlah kepadatan penduduk. Nunung membeberkan bahwa untuk memaksimalkan pelayanan Kabupaten Sukabumi setidaknya membutuhkan ratusan unit tambahan.

"Armada kita sangat kurang sekali. Untuk memaksimalkan pengangkutan di Kabupaten Sukabumi, kita butuh 500 unit yang dibagi ke enam korwil," tegasnya.

Baca Juga: Cek Fakta: Bantuan Alat Pertanian Gratis 2026 dari Kementan untuk Petani

Terkait perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama di titik-titik seperti Jembatan Cipatuguran, Nunung mengimbau agar masyarakat mulai sadar akan pengelolaan sampah yang merupakan tanggung jawab bersama.

"Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau DLH semata, tapi tugas bersama. Sumbernya itu kan rumah tangga. Nah, rumah tangganya juga harus bijak, misalnya sampah organik sama yang non-organik jangan dicampur," tutup Nunung.

 

Berita Terkait
Berita Terkini