Peningkatan Kompetensi SDM Keluarga Melalui Gerakan Ibu Ngajar Ngaji

Sukabumiupdate.com
Rabu 11 Feb 2026, 00:14 WIB
Peningkatan Kompetensi SDM Keluarga Melalui Gerakan Ibu Ngajar Ngaji

Abdul Bari, Dosen UMMI/Tim PKM RISETMU | Foto : Restorasi by chatgpt/sukabumiupdate

Oleh : Abdul Bari, Dosen UMMI/Tim PKM RISETMU

Kualitas suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Namun, diskusi tentang pengembangan sumber daya manusia seringkali hanya berfokus pada tempat kerja dan organisasi formal. Padahal, sumber daya manusia yang unggul sebenarnya terbentuk dari lingkungan terkecil: keluarga. Dan di dalam keluarga, figur yang paling strategis adalah ibu.

Kesadaran ini mendorong dosen UMMI bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sukabumi, untuk memulai program inovatif yang disebut Gerakan Ibu Ngajar Ngaji (GINN). Program ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi ibu sebagai sumber daya manusia utama dalam keluarga, khususnya di bidang pendidikan Al-Quran untuk anak-anak.

Ibu sebagai Sumber Daya Manusia Strategis dalam Keluarga

Dalam konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya manusia dipandang sebagai aset terpenting yang kompetensinya harus terus dikembangkan. Prinsip yang sama berlaku dalam keluarga. Ibu bukan hanya pengasuh, tetapi juga pendidik, pembimbing, dan pembentuk karakter anak.

Pepatah Islam yang terkenal, "al-ummu madrasatul ula"—ibu adalah sekolah pertama—menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak sangat bergantung pada kualitas ibu sebagai pendidik di rumah. Oleh karena itu, meningkatkan kapasitas dan kompetensi ibu merupakan kebutuhan mendasar.

Sayangnya, dalam praktik sehari-hari, banyak ibu kurang percaya diri untuk mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka sendiri. Beberapa merasa kurang memiliki pengetahuan yang cukup, tidak memahami metode pengajaran, atau tidak tahu harus mulai dari mana. Di sinilah program GINN hadir sebagai solusi.

Baca Juga: Gerakan Ibu Ngajar Ngaji, Strategi Menghidupkan Literasi Al-Quran di Keluarga

GINN: Program Pemberdayaan Ibu Berbasis Keluarga

disebut Gerakan Ibu Ngajar Ngaji (GINN) adalah program pelatihan dan pendampingan yang dirancang khusus untuk kader Aisyiyah dan ibu-ibu di Kabupaten Sukabumi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka sendiri di rumah.

Dari perspektif sumber daya manusia, GINN dapat dilihat sebagai bentuk pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia keluarga. Melalui program ini, para ibu dibekali dengan:

  • Pengetahuan tentang metode pengajaran Al-Quran praktis,
  • Peningkatan keterampilan membaca Al-Quran,
  • Teknik untuk membantu anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan,
  • Dan motivasi untuk dengan percaya diri menjadi guru pertama anak-anak mereka.

Dengan kata lain, GINN adalah proses peningkatan kompetensi para ibu sehingga mereka mampu menjalankan peran mereka secara lebih profesional dalam lingkungan keluarga.

Metode Pelatihan yang Sederhana dan Mudah Diterapkan

Salah satu kekuatan program GINN adalah pendekatannya yang sangat praktis dan mudah diterapkan. Para ibu tidak diharuskan menjadi ahli tajwid profesional atau ustazah (guru agama Islam). Mereka hanya dibimbing untuk:

  1. Menggunakan metode Iqra' langkah demi langkah.
  2. Menerapkan teknik talaqqi (membaca dan meniru).
  3. Mengajarkan Al-Quran dengan cara yang ramah anak.
  4. Menetapkan sesi belajar yang singkat namun konsisten, sekitar 15–25 menit setiap hari.
  5. Menciptakan suasana belajar yang hangat tanpa paksaan.

Pendekatan ini membuat para ibu merasa bahwa mengajar Al-Quran tidak sulit. Sebaliknya, hal itu menjadi pengalaman ikatan yang menyenangkan antara ibu dan anak.

Dampak Peningkatan Kompetensi Ibu

Implementasi Pelatihan GINN di komunitas Aisyiyah Kabupaten Sukabumi telah memberikan banyak dampak positif. Bagi para ibu, program ini:

  • meningkatkan kepercayaan diri dalam mengajarkan Al-Quran,
  • meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca Al-Quran,
  • melatih keterampilan komunikasi dengan anak-anak,
  • dan memperkuat peran mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga.

Bagi anak-anak, manfaatnya juga sangat nyata:

  • peningkatan keterampilan membaca Al-Quran,
  • peningkatan motivasi belajar,
  • peningkatan disiplin,
  • dan ikatan emosional yang lebih kuat dengan ibu mereka.

Baca Juga: Restorative Justice Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Guru Ngaji di Cicurug Sukabumi Tidak Sah dan Batal Demi Hukum

Dari perspektif Sumber Daya Manusia (SDM), GINN telah berhasil menciptakan proses pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

GINN sebagai Investasi dalam Sumber Daya Manusia Masa Depan

Pengembangan kompetensi ibu melalui GINN benar-benar merupakan investasi jangka panjang. Ketika para ibu menjadi lebih kompeten, kualitas pendidikan anak-anak mereka juga akan meningkat. Dari keluarga yang berkualitas, akan muncul generasi yang berkualitas.

Program ini juga memperkuat peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui GINN, Aisyiyah Kabupaten Sukabumi tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial-keagamaan tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada pengembangan sumber daya manusia.

Menghidupkan Kembali Literasi Al-Quran dari Rumah

Inti dari Gerakan Ibu-Ibu Mengajar Al-Quran adalah menghidupkan kembali tradisi literasi Al-Quran dalam lingkungan keluarga. Program ini mendorong para ibu untuk tidak sepenuhnya menyerahkan pendidikan agama anak-anak mereka kepada lembaga eksternal, tetapi untuk mengambil peran langsung sebagai pendidik utama.

Ketika setiap rumah sekali lagi dipenuhi dengan kegiatan membaca Al-Quran bersama ibu mereka, sebuah proses besar pengembangan sumber daya manusia bangsa benar-benar sedang berlangsung dari akarnya.

Tim PKM RISETMU;

Dr. Abdul Bari, S.K.M., M.H., M.M.

Dr. Tetty Sufianty Zafar, S.Ag., M.M.

Berita Terkait
Berita Terkini