SUKABUMIUPDATE.com – Nasib pilu menimpa lima buruh bangunan asal Kabupaten Sukabumi dan satu warga Cianjur di perantauan. Bermaksud mengadu nasib di Sulawesi Tenggara, mereka kini justru terlantar di Kota Kendari setelah diduga menjadi korban janji palsu seorang mandor.
Keenam pria tersebut kini terpaksa bermalam di masjid dan bertahan hidup dari belas kasihan warga setempat karena kehabisan bekal untuk makan maupun ongkos pulang.
Salah seorang buruh, Ajis Taufik (32 tahun), warga Cidolog, menceritakan bahwa awalnya mereka berangkat ke Sulawesi untuk bekerja di sebuah perusahaan pertambangan nikel.
“Saya bersama teman-teman jumlahnya ada enam orang. Dari Cianjur satu orang, dari Kecamatan Pabuaran satu orang, dan empat orang dari Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Sekarang kami terlantar di Sulawesi, tepatnya di Kota Kendari,” ujar Ajis saat dihubungi sukabumiupdate.com, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: 2 Pria di Bogor Terciduk Curi Kabel Listrik KRL, KAI Ungkap Dampak Bahayanya bagi Perjalanan
Ajis menjelaskan, sebelum bekerja mereka menjalani medical check-up (MCU) selama sekitar satu minggu di Kendari. Setelah itu, mereka sempat bekerja di lokasi tambang selama kurang lebih 15 hari. Namun, para buruh tersebut memutuskan mengundurkan diri karena merasa tidak betah dan menilai sejumlah hal tidak sesuai dengan kesepakatan awal kerja.
“Tidak lama kemudian, ada seorang mandor di tempat kerja yang menawarkan pekerjaan lain di daerah Bone, masih wilayah Sulawesi. Karena itu kami berhenti kerja dan berencana pindah ke Bone,” ungkapnya.
Masalah muncul ketika mereka kembali ke Kendari untuk persiapan keberangkatan ke Bone. Mandor yang menawarkan pekerjaan tersebut tidak dapat dihubungi. Hingga kini, nomor telepon mandor yang disebut berasal dari Yogyakarta itu sudah tidak aktif.
“Pas sampai Kendari, mandor yang menawarkan pekerjaan itu tidak bisa dihubungi. Sekarang kami sudah tidak punya bekal. Untuk makan dikasih oleh warga setempat, dan kami tidur di masjid. Sudah dua hari di masjid,” tambahnya lirih.
Ajis menyebut, total mereka telah berada di Sulawesi selama sekitar satu bulan, dengan rincian satu minggu MCU di Kendari, 15 hari bekerja di lokasi tambang, dan sekitar satu minggu terakhir kembali berada di Kendari tanpa kepastian pekerjaan maupun biaya hidup.
Enam buruh asal Sukabumi dan Cianjur terpaksa bermalam di masjid di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah kehabisan bekal.
Adapun enam buruh yang kini terlantar tersebut, yakni:
- Ajis Taufik, warga Kampung Sindangraja, Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi,
- Yosa, warga Kampung Cibule, Desa Cidolog,
- Mardi, warga Kampung Pasir Sirah, Desa Cidolog,
- Iqbal Fiagi, warga Kampung Bojong, Desa Cidolog,
- Dede Eri Wahyudi, warga Kampung Caringin, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran,
- Pandu, warga Kampung Sala Kawung, Desa Sarampat, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Saat ini, keenam buruh tersebut mengaku tidak dapat kembali ke tempat kerja sebelumnya karena telah menyatakan mengundurkan diri. Harapan satu-satunya bagi mereka adalah uluran tangan dari pemerintah daerah agar bisa kembali ke Jawa Barat.
“Kami minta bantuan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bisa membantu kami pulang,” harap Ajis mewakili rekan-rekannya.





