SUKABUMIUPDATE.com - Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak melaksanakan puasa. Tanpa niat, ibadah puasa tidak dianggap sah, karena niat menjadi penentu bahwa puasa yang dilakukan adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT, bukan sekadar menahan lapar dan haus biasa.
Dalam praktiknya, tata cara niat puasa memiliki sedikit perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah. Hal ini penting dipahami agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan fikih. Secara umum, puasa terbagi menjadi dua jenis, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah.
Pada puasa wajib, seperti puasa Ramadan, qadha Ramadan, dan puasa nazar, seseorang diwajibkan untuk berniat di malam hari sebelum terbit fajar. Artinya, niat harus dilakukan sebelum masuk waktu Subuh.
Berbeda dengan puasa sunnah, yang lebih longgar dalam hal niat. Seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak pagi.
Baca Juga: Cuaca Jabar 13 Februari 2026, Sukabumi Potensi Hujan Ringan hingga Sedang
Waktu Niat Puasa Ramadan
Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan. Artinya, niat tidak cukup dilakukan sekali untuk sebulan penuh, tetapi harus diperbarui untuk setiap hari puasa.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
Artinya: “Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)
Karena itu, umat Islam yang mengikuti Mazhab Syafi’i dianjurkan membiasakan diri membaca niat puasa Ramadan setiap malam, misalnya setelah shalat Tarawih atau ketika hendak sahur.
Sementara itu, Mazhab Maliki memiliki pandangan yang berbeda. Menurut Mazhab ini, niat puasa Ramadan cukup dilakukan sekali pada malam pertama Ramadan untuk mencakup satu bulan penuh. Alasannya, puasa Ramadan dianggap sebagai satu rangkaian ibadah yang saling berkaitan, sehingga niat di awal sudah cukup mewakili keseluruhan puasa.
Pendapat ini dijelaskan dalam kitab Fiqh al-Shiyam:
“Namun menurut Mazhab Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadan itu merupakan satu kesatuan ibadah.” (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)
Berdasarkan pendapat Mazhab Maliki, umat Islam diperbolehkan berniat untuk sebulan penuh sebagai bentuk kehati-hatian, terutama untuk mengantisipasi apabila lupa atau tertidur sehingga tidak sempat berniat pada malam hari.
Namun, sebagaimana pendapat Mazhab Syafi’i yang umum dianut di Indonesia, sebaiknya tetap membiasakan diri memperbarui niat puasa setiap malam agar lebih yakin dan sesuai dengan pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah.
Baca Juga: Arsenal Ditahan Imbang Brentford, Declan Rice: Kami Akan Terus Berjuang Meraih Gelar
Tata Cara Niat Puasa Ramadan
Pada dasarnya, niat puasa tidak harus dilafalkan dengan suara keras. Niat cukup dilakukan di dalam hati. Namun, melafalkan niat sering dilakukan sebagai bentuk membantu hati agar lebih mantap. Biasanya, niat dilakukan:
- setelah shalat Isya atau Tarawih
- sebelum tidur
- saat bangun sahur
- kapan saja di malam hari sebelum Subuh
Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang dilakukan setiap malam:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
Sedangkan niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh (mengikuti pendapat Mazhab Maliki) adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Ramadan merupakan rukun penting yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim. Dalam puasa wajib seperti Ramadan, qadha, dan nazar, niat harus dilakukan di malam hari sebelum fajar. Menurut Mazhab Syafi’i, niat wajib dilakukan setiap malam selama Ramadan, sedangkan Mazhab Maliki memperbolehkan niat cukup sekali untuk sebulan penuh pada malam pertama.
Agar lebih aman dan hati tenang, umat Islam dapat melakukan niat sebulan penuh sebagai antisipasi lupa, namun tetap dianjurkan untuk memperbarui niat setiap malam sebagaimana kebiasaan Mazhab Syafi’i. Dengan memahami tata cara, waktu, dan bacaan niat puasa Ramadan, diharapkan ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Dijanjikan Pekerjaan Lain Berujung Nestapa, 6 Buruh Sukabumi–Cianjur Terlantar di Sulawesi
Sumber: MUI




