Kurang Tidur: Gejala, Penyebab, dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Sukabumiupdate.com
Sabtu 31 Jan 2026, 15:30 WIB
Kurang Tidur: Gejala, Penyebab, dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi Kurang Tidur: Gejala, Penyebab, dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai (Sumber: Freepik/@karlyukav)

SUKABUMIUPDATE.com - Kurang tidur merupakan kondisi umum yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa serius bagi kesehatan fisik dan mental. 

Orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam agar tubuh dan pikiran dapat berfungsi dengan optimal. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh akan menunjukkan berbagai tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Berapa Banyak Tidur yang Dibutuhkan?

Sebagian besar orang dewasa membutuhkan minimal tujuh jam tidur setiap malam, meskipun kebutuhan ini berbeda tergantung usia, gaya hidup, kondisi kesehatan, dan faktor genetik. Remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur, sedangkan anak usia sekolah memerlukan 9–12 jam. Balita bahkan membutuhkan 11–14 jam tidur per hari, termasuk tidur siang.

Kapan Kurang Tidur Menjadi Deprivasi Tidur?

Kurang tidur dalam jumlah apa pun dapat dianggap sebagai kurang tidur. Beberapa penelitian mendefinisikan 24 jam tanpa tidur sebagai deprivasi tidur. Ada pula istilah kurang tidur “total” untuk satu malam tanpa tidur, serta kurang tidur “sebagian” ketika seseorang hanya tidur sekitar empat jam selama beberapa malam berturut-turut.

Baca Juga: Sindrom Wajah Iblis: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Dalam jangka panjang, efek kurang tidur sebagian bisa sama berbahayanya dengan tidak tidur sama sekali.

Selain durasi, kualitas tidur juga berperan penting. Seseorang bisa tidur cukup lama, tetapi tetap merasa lelah jika sering terbangun di malam hari atau tidak mencapai fase tidur yang dalam.

Bahkan satu malam kurang tidur saja sudah dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental keesokan harinya.

Gejala Kurang Tidur

Tanda paling umum dari kurang tidur adalah kelelahan di siang hari. Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan kesulitan fokus, reaksi yang melambat, sakit kepala, kecanggungan, mudah lupa, mudah marah, suasana hati buruk, hingga gairah seksual menurun.

Anak-anak yang kurang tidur cenderung menjadi terlalu aktif, sulit berkonsentrasi, dan prestasi sekolahnya bisa menurun.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Riley-Day: Kelainan Genetik Langka yang Menyebabkan Sulit Merasakan Nyeri

Dampak Kurang Tidur Berdasarkan Waktu

Setelah satu hari tanpa tidur, seseorang dapat mengalami kantuk berat, mudah kejang, sakit kepala, dan penurunan konsentrasi, yang disamakan dengan kadar alkohol darah 0,10%. Setelah 36 jam, muncul penurunan energi, kecemasan, kebingungan, dan disorientasi.

Pada 48 jam, halusinasi dan kelemahan fisik bisa terjadi. Sementara itu, 72 jam tanpa tidur dapat memicu gejala berat seperti halusinasi intens, paranoia, dan psikosis.

Penyebab Kurang Tidur

Kurang tidur dapat disebabkan oleh gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, dan sindrom kaki gelisah. Kondisi medis seperti nyeri kronis, penyakit jantung, asma, depresi, kecemasan, serta faktor gaya hidup dan lingkungan tidur yang tidak nyaman juga berperan besar.

Risiko Kesehatan Akibat Kurang Tidur

Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat mengganggu pengambilan keputusan, meningkatkan risiko kecelakaan, menurunkan daya ingat, memicu peningkatan berat badan, dan ledakan emosi. 

Jika terjadi berulang, kurang tidur dapat memicu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Baca Juga: Sering Tertukar, Ini 5 Cara Membedakan Mual karena Kehamilan dan Asam Lambung

Jika Anda terus-menerus merasa lelah dan kesulitan beraktivitas akibat kurang tidur, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Sumber: Kesehatan

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini