6 Kebiasaan Ini yang Meningkatkan Lonjakan Gula Darah, Bukan Hanya Makanan Manis!

Selasa 11 Juni 2024, 14:00 WIB
Ilustrasi Kurang Tidur - Stres hingga kurang tidur, adalah faktor gaya hidup yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah tidak terkontrol. (Sumber : Freepik.com/DC Studio)

Ilustrasi Kurang Tidur - Stres hingga kurang tidur, adalah faktor gaya hidup yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah tidak terkontrol. (Sumber : Freepik.com/DC Studio)

SUKABUMIUPDATE.com - Apakah Anda tahu, ternyata bukan hanya makanan manis yang dapat membuat lonjakan gula darah Anda. Tapi ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi.

Kebiasaan dan hal lainnya seperti stres, kurang tidur, pemanis buatan, asupan serat yang tidak memadai, dan bahkan penuaan semuanya dapat berperan dalam meningkatkan kadar glukosa tersebut." kata Ahli Gizi Bhakti Arora Kapoor.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa hal yang membuat lonjakan gula darah tak terkontrol, dihimpun dari laman hindustantimes.

Baca Juga: 11 Cara Ampuh Mengelola dan Mencegah Lonjakan Gula Darah, Bebas Diabetes!

1. Stres dan Ketakutan

Ketika tubuh merasakan adanya ancaman, baik fisik maupun psikologis, hal itu memicu serangkaian respons fisiologis, termasuk pelepasan glukosa ke dalam aliran darah untuk menyediakan energi untuk respons melawan-atau-lari. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

2. Kurang Tidur

Kebiasaan tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormonal tubuh, menyebabkan resistensi insulin dan kadar gula darah lebih tinggi. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan manis, sehingga semakin memperburuk lonjakan gula darah.

3. Rendah Protein Saat Sarapan

Sarapan rendah protein dapat menyebabkan lonjakan gula darah karena protein membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga menyebabkan kadar gula darah lebih stabil setelah makan. Tanpa jumlah protein yang cukup, tubuh bisa mengalami kenaikan kadar gula darah yang lebih cepat setelah mengonsumsi karbohidrat.

Baca Juga: Gula Darah Tinggi di Malam Hari: 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Pemanis Buatan

Meskipun pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa sering digunakan sebagai pengganti gula dalam produk diet, penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan tersebut masih dapat memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin.

Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa manis yang memicu respons insulin untuk mengantisipasi gula yang masuk.

5. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, tubuh mereka mungkin menjadi kurang efisien dalam mengatur kadar gula darah. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, untuk mendukung pengelolaan gula darah seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Jangan Takut dan Panik, 6 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi di Pagi Hari Secara Alami

6. Kurangnya Serat

Serat membantu memperlambat penyerapan gula dalam aliran darah, sehingga meningkatkan kestabilan kadar gula darah. Pola makan rendah serat dan tinggi karbohidrat olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat setelah makan.

 

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Internasional15 Juni 2024, 00:38 WIB

Panglima TNI: Ormas Sipil Bisa Ikut Pasukan Perdamaian di Palestina

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa keikutsertaan organisasi tersebut akan diatur oleh Kementerian Luar Negeri.
Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI | Foto : Youtube Kompas
Sukabumi15 Juni 2024, 00:14 WIB

Penempatan Guru P3K PAI Di Cidolog Sukabumi Picu Polemik, Peran Pengawas PAI Disorot?

Penempatan guru P3k PAI di SDN Tegallega, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi memicu polemik ditengah warga.
Polemik penempatan guru P3K PAI di SDN Tegallega Cidolog Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi15 Juni 2024, 00:03 WIB

Bertemu Ratusan Kades, Bapenda Sukabumi Sosialisasikan Optimalisasi PBB P2

Kegiatan sosialisasi ini salah satu langkah Bapenda Kabupaten Sukabumi dalam menggenjot penerimaan PAD dari sektor PBB P2.
Kegiatan Sosialisasi Optimalisasi PBB P2 yang digelar Bapenda Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi14 Juni 2024, 23:50 WIB

Tak Ditanggung BPJS, Kisah Korban Geng Motor di Sukabumi Sempat Tertahan di IGD Gegara Biaya

Pengobatan AAM (21 tahun) seorang pemuda asal Citamiang, Kota Sukabumi yang merupakan korban keganasan kawanan geng motor hingga tiga jari kanannya hampir putus tak ditanggung BPJS
Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi | Foto : Asep Awaludin
Sukabumi14 Juni 2024, 22:31 WIB

Rawan Kecelakaan, 5 Orang Tewas Tertabrak Kereta Sukabumi Selama Semester I 2024

Keberadaan rel kereta api di Sukabumi menyisakan cerita-cerita tragis. Terutama seringnya kecelakaan yang merenggut nyawa.
Dalam semester 1 tahuan 2024, sebanyak 5 orang tewas akibat tertabrak kereta api di Sukabumi| Foto: Istimewa
DPRD Kab. Sukabumi14 Juni 2024, 22:25 WIB

DPRD Sukabumi Soroti Soal UHC hingga DTKS di Forum Kemitraan Faskes BPJS Kesehatan

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Muhamad Yusuf membeberkan apa saja yang disampaikan pihaknya dalam Forum Kemitraan Faskes BPJS Kesehatan.
Jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menghadiri kegiatan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerjasama Fasilitas Kesehatan tahun 2024. (Sumber : Dokpim Pemkab Sukabumi)
Keuangan14 Juni 2024, 21:49 WIB

Wujudkan Komitmen Perkuat Ekosistem Halal Indonesia, BSI Gelar International Expo 2024

BSI International Expo 2024 bertema Connecting You to Halal Lifestyle Ecosystem akan digelar selama 4 hari di JCC Senayan, Jakarta.
BSI siap menggelar BSI International Expo 2024. (Sumber : Istimewa)
Jawa Barat14 Juni 2024, 21:24 WIB

Parkir di Masjid Raya Al Jabbar Digratiskan Sementara, Ini Alasannya

Gratiskan sementara biaya parkir, Pengelola Masjid Raya Al Jabbar Bandung tegaskan bila ada yang memungut dinyatakan ilegal.
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber : Humas Pemkot Bandung)
Sukabumi14 Juni 2024, 21:20 WIB

Diguyur Hujan Deras, BPBD Kota Sukabumi Tangani 4 Bencana Alam di Cikole

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menangani bencana alam yang terjadi di empat lokasi di Kecamatan Cikole
BPBD Kota Sukabumi saat menangani bencana banjir di Cikole | Foto : Asep Awaludin
Internasional14 Juni 2024, 21:10 WIB

Wukuf di Arafah, 1.169 Tenda Disiapkan bagi Jemaah Haji Indonesia

Menyambut pelaksanaan puncak haji, PPIH Arab Saudi mempersiapkan sebanyak 1.169 tenda di Arafah bagi jemaah Indonesia.
Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Arafah. (Sumber : Kemenag RI)